SISTEM KESEHATAN HEWAN INDONESIA TERBAIK SE-ASIA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 24 September 2018 14:38
JAKARTA, 18 September 2018. Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional yang terintegrasi di Indonesia (iSIKHNAS) diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (OIE) sebagai salah satu sistem informasi kesehatan hewan terbaik di Asia dan berpotensi untuk dapat dikembangkan di negara lain. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal PKH Drh. I Ketut Diarmita, MP pada acara pertemuan akhir Komite Koordinasi Program (PCC) AIPEID di Ruang Rapat Utama I Ditjen PKH.
 
Menurut I Ketut Diarmita, pada awal bulan Oktober tahun ini  iSIKHNAS akan dipaparkan oleh staf Ditjen PKH di OIE. Selanjutnya OIE melalui CIRAD (Lembaga Penelitian di Perancis) akan melakukan penilaian dampak iSIKHNAS terhadap sektor peternakan dan kesehatan di Indonesia. 
 
Pada kesempatan tersebut, I Ketut menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Australia yang telah bekerjasama untuk mengembangkan iSIKHNAS melalui program Australia – Indonesia Partnership for Emerging Infectious Diseases (AIP-EID) yang akan berakhir pada tahun ini.
 
Pertemuan PCC ini merupakan pertemuan tertinggi dalam sistem tata-kelola AIPEID yang dipimpin oleh Ketua Bersama dari perwakilan Pemerintah Indonesia dan Perwakilan Pemerintah Australia. Dari pihak Indonesia dipimpin oleh Dirjen PKH dan dari perwakilan Pemerintah Australia dipimpin oleh Tim Chapman (First Assistant Secretary, Animal Biosecurity, Department of Agriculture and Water Resources, Australia), serta dihadiri pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan.
 
"Melalui iSIKHNAS laporan cepat (early report) atau early detection (deteksi awal) dapat berjalan dengan baik, sehingga pemerintah dapat bergerak cepat untuk mengambil keputusan atau langkah-langkah aksi dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan,  sehingga jangan sampai terjadi outbreak penyakit," ucap I Ketut. Ia sebutkan bahwa penguatan sistem pelayanan kesehatan hewan nasional dinilai sangat penting, terutama sebagai upaya dalam menghadapi ancaman masuknya penyakit hewan menular yang baru muncul yang sangat berpotensi menghancurkan dunia peternakan. 
 
"Hal ini telah menjadi  prioritas pemerintah Republik Indonesia untuk mengendalikan penyakit, serta meningkatkan produksi ternak domestik untuk memastikan keamanan pangan dan menstabilkan harga pasar untuk produk ternak," ungkapnya.
 
Kepala Sub Direktorat Pengamatan Penyakit Hewan, Drh Boethdy Angkasa, M.Si menyampaikan, iSIKHNAS memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan, sehingga akan memberi manfaat yang lebih besar di sektor peternakan dan kesehatan hewan bagi Indonesia. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday31
mod_vvisit_counterYesterday238
mod_vvisit_counterThis week1629
mod_vvisit_counterThis month3573
mod_vvisit_counterAll1936353