KENDALIKAN RABIES DI NTT, STOCK VAKSIN DIJAMIN AMAN PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 24 September 2018 14:53
NUSA TENGGARA TIMUR, Jumat 07 September 2018. Untuk memastikan penanganan kasus dan pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan optimal, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menurunkan Tim dari pusat yang dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa.
 
Setibanya di lokasi Direktur Keswan dan Tim (Direktorat Keswan dan Balai Besar Veteriner Denpasar) segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengendalian rabies di Kabupaten Sikka-NTT, terutama dalam pelaksanaan program vaksinasi dan ketersediaan vaksin di wilayah tersebut.
 
Selain dari Tim Pusat, Rapat Koordinasi Lintas Sektor tersebut juga dihadiri antara lain oleh Asisten 1 Kab Sikka, Kabid Keswan Dinas Peternakan Prov NTT, perwakilan dari Kemenkes, Kepala Dinas Pertanian Kab Sikka dan Dinas Kesehatan kabupaten Sikka. Pada kesempatan tersebut, Fadjar menekankan bahwa dalam pengendalian rabies perlu kerjasama dari multi sektor. 
 
"Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri, dengan pendekatan "One Health" kita harapkan upaya pengendalian dan pemberantasan rabies pada hewan rentan seperti anjing, kucing dan kera akan berjalan optimal," kata Fadjar Sumping. "Kita berharap jumlah korban gigitan pada manusia mampu kita tekan," tandasnya. 
 
Selain itu, Fadjar Sumping juga menegaskan bahwa penanganan kasus dan pengendalian rabies harus komprehensif, terintegrasi, dan didukung oleh data-data yang akurat, sehingga perencanaan program vaksinasi dapat dilakukan dengan baik. "Kita hadir disini untuk memastikan pelaksanaan program vaksinasi berjalan lancar dan jumlahnya mencukupi," kata Fadjar Sumping.
 
Ia menjelaskan, dalam pengendalian rabies yang perlu diperhatikan adalah kegiatan vaksinasi yang bisa mencegah anjing tertular rabies. Ketersediaan vaksin harusnya cukup karena untuk tahun 2018 ini Kementan melalui dana TP (Tugas Pembantuan) mengalokasikan ke provinsi sebanyak 250 ribu dosis dan mencukupi untuk vaksinasi dengan target minimal 70% di daerah tertular. (AF)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday159
mod_vvisit_counterYesterday241
mod_vvisit_counterThis week881
mod_vvisit_counterThis month3860
mod_vvisit_counterAll1922020