SEMINAR HATN DI UNSRAT TUAI APRESIASI MAHASISWA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 24 September 2018 14:58
MANADO, Jumat 14 September 2018. Bertempat di Gedung Rektorat Unsrat, Manado. Mengawali rangkaian acara HATN 2018 yang dipusatkan di Manado, panitia HATN bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar seminar perunggasan.
 
Seminar dibuka oleh Dekan Fapet Unsrat Dr Ir Johanes RL Tulung, MS dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan menghadirkan narasumber Bambang Suharno (Panitia Pusat HATN dan Pemred Infovet), Ricky Bangsaratoe (Panitia Pusat HATN, Ketua Bidang Usaha dan Promosi Pinsar Indonesia ), Alfred Kompudu (FAO Indonesia) dan Dr. Ir. Jola J.M.R Londok, MSi (pakar nutrisi ternak dari Fapet Unsrat). Seminar dipandu oleh moderator Dr. Ir Jane Rinny Leke, MSi pakar perunggasan dari Fapet Unsrat. Selain mahasiswa Fapet Unsrat, seminar juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, FISIP dan lain lain.
 
Dalam presentasinya, Bambang Suharno menyampaikan, pertumbuhan perunggasan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam lima tahun belakangan ini lebih tinggi dibanding Kawasan Barat Indonesia (KBI). Sementara itu perunggasan Sulut saat ini secara umum lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan perunggasan di KTI. Dengan tumbuhnya pariwisata di Sulut, pertumbuhan perunggasan diperkirakan akan lebih cepat lagi, karena semakin banyak hotel dibangun, kebutuhan telur dan daging ayam otomatis meningkat.
 
"Selain itu dengan kegiatan edukasi konsumsi ayam dan telur, juga akan mendorong tumbuhnya konsumsi ayam dan telur. Ini artinya prospek perunggasan di Sulut sangat baik. Masyarakat perunggasan berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat agar memprioritaskan belanja daging ayam dan telur ketimbang konsumsi rokok," ujar Bambang.
 
Sementara itu, Alfred Kompudu dari FAO Indonesia menjelaskan tentang peningkatan daya saing perunggasan Indonesia. Ia memaparkan pengalamannya membina peternak unggas untuk menjalankan biosekuriti model 3 zona. Melalui serangkaian bimbingan oleh tim FAO Indonesia, peternak dapat memahami dan menjalankan biosekuriti dengan baik dan berdampak pada produktivitas peternakan unggas. Dengan adanya pelarangan AGP saat ini, biosekuriti mutlak diperlukan dan terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
 
Seminar diakhiri dengan pembagian doorpize dan sertifikat secara simbolis untuk peserta. Pemberian sertifikat dilakukan oleh dekan Fapet, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowuling, Ketua Pinsar Indonesia Ricky Bangsaratoe dan Pimpinan Manado Post Tommy Woworundeng. (BS)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday159
mod_vvisit_counterYesterday241
mod_vvisit_counterThis week881
mod_vvisit_counterThis month3860
mod_vvisit_counterAll1922020