ASOHI HADIRI INTERNATIONAL SCIENTIFIC CONFERENCE ON AMR PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 21 December 2018 14:11
JAKARTA, 28 November 2018. Resistensi Antimikroba (AMR-Antimikroba Resistensi) menjadi ancaman yang menyita perhatian dunia kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan lingkungan. Selain itu, ancaman Resistensi Antimikroba juga dipandang sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan, khususnya bagi pembangunan di sektor perternakan, pertanian dan perikanan.
 
Oleh karena itu ASOHI hadir dan ikut secara aktif dalam acara "International Scientific Conference on AMR 2018" dengan tema "Raising Awareness and Understanding on AMR Through One Health Approach for Health Professionals". Acara tersebut dilaksanakan di Hotel JW Marriot, Jakarta pada tanggal 28-29 November 2018 yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan WHO. Pada kesempatan ini Ketua Umum ASOHI Drh Irawati Fari didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Drh Andi Wijanarko.
 
Pada pertemuan ini, diundang sedikitnya 300 peserta dan pembicara berbagai ahli dari dalam negeri dan luar negeri, serta praktisi yang terlibat dalam penelitian di bidang AMR untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para undangan lainnya. Para penentu kebijakan juga hadir untuk berdiskusi dan membahas kebijakan, rencana masa depan, dan soal pendanaan untuk menerapkan konsep One Health dalam menanggulangi masalah AMR.
 
Tujuan umum pertemuan ini adalah menghimpun para ilmuwan, peneliti, praktisi, dan penentu kebijakan untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman maupun hasil penelitian dalam semua  aspek resistensi antimikroba. Sementara tujuan khususnya adalah mengetahui perkembangan terakhir dalam mewujudkan rencana kerja nasional (National Action Plan) di Indonesia soal Pengendalian AMR di sarana pelayanan kesehatan primer, rumah sakit, dan komunitas;  Mengembangkan surveilans AMR di Indonesia; Penerapan program pengendalian AMR di sektor peternakan dan lingkungan.
 
Resistensi antimikroba (antimicrobial resistance, AMR) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Dalam laporannya WHO (2014) menyatakan bahwa masalah ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia. Masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang berujung pada tidak efektifnya terapi antimikroba (Hadi Usman et al, 2008). (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday96
mod_vvisit_counterYesterday304
mod_vvisit_counterThis week1207
mod_vvisit_counterThis month5425
mod_vvisit_counterAll1962100