KESIMPULAN DAN REKOMENDASI SEMINAR BISNIS PETERNAKAN ASOHI PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 21 December 2018 16:08
JAKARTA, Kamis 22 November 2018. Setelah sukses penyelenggaraan Seminar Bisnis Peternakan ASOHI dengan tema "Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani Menuju Generasi Industri 4.0" yang berlangsung di Menara 165, Jl. Raya TB Simatupang, Cilandak Jakarta Selatan.
 
Berikut beberapa catatan dan rekomendasi dari seminar tersebut yang dirangkum oleh Tim Penyusun yang terdiri dari Drh. Forlin Tinora, Drh Andi Wijanarko, Ir Teddy Candinegara dan Ir. Bambang Suharno.
 
Industri peternakan perlu mempersiapkan diri menyongsong industri 4.0 yang ditandai dengan perubahan struktur pemasaran produk hasil peternakan. Pemanfaatan data, internet, network, Artificial Intelegent (AI) dan robotik menjadi pilar industri 4.0. Oleh karena itu dituntut kompetensi SDM yang dapat mendukung Indutri 4.0.
 
Untuk meningkatkan konsumsi protein hewani, kegiatan kampanye gizi perlu ditingkatkan dengan melibatkan industi retail dan pihak lain yang terkait konsumen. Perlu peningkatan komunikasi dan koordinasi antara pihak industri peternakan dengan pemerintah, baik Kementerian Pertanian, maupun instansi lainnya (Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan) untuk melakukan kampanye protein hewani secara berkesinambungan.
 
Lebih lanjut, menyoal bisnis peternakan perlu upaya semua pihak untuk memperbaiki data peternakan dengan teknologi terkini. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi simpang siur data, sebagaimana terjadi pada kasus penghentian impor jagung yang berdasarkan data produksi Kementan bahwa jagung surplus.
 
Pemerintah telah membuat regulasi yang simple dan cepat antara lain melalui System Online Single Submission (OSS)  yang mempercepat proses perizinan. Implementasi dari system ini hendaknya bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi dan SDMnya. Perlu kerjasama Pemerintah sebagai Regulator dengan Pelaku Industri dalam memonitor perkembangan obat hewan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.
 
Implementasi pelarangan AGP di lapangan perlu dimonitor oleh Pemerintah dan pelaku Industri. Diperlukan juga evaluasi situasi peternakan pasca berlakunya pelarangan AGP. Pelarangan AGP memberi peluang kepada Industri Obat Hewan untuk terus melakukan riset dan menyediakan produk-produk alternatif pengganti AGP. Melihat perkembangan usaha perunggasan, peternakan sapi dan babi serta perkembangan industri pakan, pasar Obat Hewan Indonesia tahun 2019 diprediksi akan tumbuh  lebih dari 10%. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday101
mod_vvisit_counterYesterday209
mod_vvisit_counterThis week1979
mod_vvisit_counterThis month5921
mod_vvisit_counterAll1962596