KAPAL TERNAK TEKAN RISIKO PENYUSUTAN BOBOT SAPI HINGGA 9% PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 25 February 2019 14:15
SURABAYA, Senin 4 Februari 2019. Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Panitia Hari Pres Nasional (HPN) 2019 menyelenggarakan Deklarasi sekaligus pembukaan Seminar Nasional Tol Laut dengan tema "Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harga", di ballroom kapal KM Dorolonda yang dioperasikan PT Pelni di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
 
Penyelenggaraan Seminar Nasional ini bertujuan untuk lebih mensosialisasikan pelaksanaan program tol laut dalam mendukung kelancaran jalur distribusi logistik nasional. Selain itu program tol laut merupakan salah satu program andalan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dalam rangka memperlancar dan mengefisienkan angkutan barang melalui jalur laut secara teratur dan berkesinambungan. Hal itu dinilai penting mengingat tiga per empat wilayah Indonesia adalah lautan yang terdiri dari gugusan pulau-pulau.
 
Selain dihadiri oleh institusi terkait dalam penyelenggaraan tol laut seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, seminar ini juga dihadiri perwakilan dari BUMN, pemerintah daerah, perusahaan pelayaran, akademisi, asosiasi, wartawan media massa dan stakeholder terkait.
 
Lebih lanjut, Fini Murfiani Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, mengatakan angkutan kapal khusus ternak yang beroperasi melalui Program Tol Laut telah menekan resiko penyusutan bobot sapi hingga menjadi 9%. Sebelum ada kapal khusus ternak, terjadi penyusutan bobot sapi hingga 15-20% pada pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Timur ke Jakarta. "Itu sebabnya kenapa ternak terutama sapi harus diangkut dengan pelayaran khusus agar tidak stres," ujarnya. 
 
Ia menambahkan, pemanfaatan kapal ternak merupakan salah satu instrumen untuk mengetahui suplai dalam negeri dari daerah produsen ke wilayah konsumen. Keutamaan dari kapal ternak diantaranya, memenuhi aspek kesrawan, kepastian jadwal pelayaran dan mampu diproyeksikan sebagai sistem monitoring ketersediaan dan tata niaga, sehingga dapat dijadikan salah satu dasar dalam penentuan kebutuhan impor.
 
Deklarasi Dorolonda ditandatangani oleh Menhub Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday115
mod_vvisit_counterYesterday261
mod_vvisit_counterThis week376
mod_vvisit_counterThis month6813
mod_vvisit_counterAll1982898