KEMENTAN LUNCURKAN VAKSIN NEORABIVET UNTUK TANGGULANGI RABIES DI INDONESIA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 29 May 2019 10:49
SURABAYA, Selasa 30 April 2019. Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian baru saja meluncurkan vaksin rabies baru dengan nama Neorabivet. Vaksin rabies yang menggunakan strain Pasteur ini dipastikan memiliki kualitas yang baik dan menjamin perlindungan hewan kesayangan dari ancaman penyakit rabies dengan durasi lebih dari 1 tahun. Adanya produk baru vaksin Neorabivet ini diharapkan dapat ikut mendukung sekaligus mendorong percepatan upaya pemberantasan rabies di Indonesia dengan target bebas tahun 2030.
 
Hal tersebut disampaikan I Ketut Diarmita, Dirjen PKH dalam sambutannya pada peresmian gedung baru Pusvetma yang dikhususkan untuk fasilitas produksi vaksin zoonosis sekaligus peluncuran vaksin Neorabivet.
 
"Dalam program pemberantasan rabies bertahap seluruh Indonesia 2030 (PrestasIndonesia 2030) diperlukan dukungan berupa ketersediaan vaksin yang berkualitas dan dalam jumlah besar. Adanya vaksin rabies baru ini tentu saja akan banyak membantu pemenuhan kebutuhan tersebut. Vaksin ini diproduksi oleh instansi pemerintah, sehingga kualitasnya dipastikan terjamin," ungkap Ketut.
 
Senada dengan Ketut, Ni Made Ria Isriyanthi, Kasubdit Pengawasan Obat Hewan mewakili Direktur Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa Nomor Pendaftaran Obat Hewan untuk Neorabivet telah terbit dan vaksin sudah siap diedarkan dan dijual. Pusvetma telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Hewan Yang Baik (CPOHB) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dengan CPOHB, kualitas produk Pusvetma dipastikan mampu memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk sejenis di lapangan. 
 
"Bentuk jaminan kualitas dari pemerintah tersebut antara lain dengan telah diberikannya Nomor Pendaftaran Obat Hewan dari Kementerian Pertanian yaitu Kementan RI No. D 19035888 VKC," jelas Ria.
 
Sementara itu Kepala Pusvetma, Agung Suganda memaparkan bahwa Pusvetma mempunyai visi menjadi institusi produsen bahan biologik veteriner yang berdaya saing global, serta misi antara lain memproduksi vaksin, antisera, diagnostika dan bahan biologis lain untuk mendukung program pencegahan, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan secara nasional. Pusvetma juga diharapkan mampu melaksanakan proses produksi sesuai standar nasional dan internasional.
 
"Dalam rangka peringatan World Veterinary Day (WVD) yang dirayakan setiap hari Sabtu di minggu terakhir bulan April (tahun 2019 jatuh pada tanggal 27 April) ini, Gedung Fasilitas Produksi Vaksin Zoonosis diresmikan oleh Dirjen PKH, sekaligus juga peluncuran vaksin Neorabivet. Diharapkan penambahan fasilitas ini selain dapat meningkatkan kepercayaan diri dan semangat seluruh pegawai Pusvetma untuk terus meningkatkan kinerja dalam memproduksi vaksin yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang tinggi, juga mendorong upaya-upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan dengan vaksinasi," ucap Agung. (AF)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday133
mod_vvisit_counterYesterday310
mod_vvisit_counterThis week1284
mod_vvisit_counterThis month5648
mod_vvisit_counterAll1997609