ASOHI HADIRI INAUGURASI GURU BESAR FKH UGM PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 29 July 2019 11:56
YOGYAKARTA, Selasa 9 Juli 2019. Prof. Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, M.P dikukuhkan menjadi guru besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM, Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Upacara pengukuhan dibuka secara resmi oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., selaku Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada.
 
Dalam kesempatan ini beberapa Pengurus ASOHI Nasional yang merupakan rekan sejawat Prof Haryadi tampak hadir mengikuti sidang dan memberikan selamat. Mereka diantaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi Drh. Erwin Heriyanto, Ketua Sub Bidang Produsen Drh. H. Sugiyono, dan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Drh. Andi Wijanarko. 
 
Haryadi menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul "Perkembangan terkini virus avian influenza dan tantangannya bagi industri perunggasan di Indonesia" di depan para dewan guru besar UGM dan tamu undangan. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa dunia perunggasan khususnya peternakan ayam komersial, dan pembibitan ayam di Indonesia merupakan usaha bidang peternakan yang paling maju dan berkembang saat ini. Meskipun demikian, pelaku perunggasan sering kali mengalami kendala, salah satunya adalah penyakit Avian Influenza (AI).
 
"Wabah penyakit AI telah banyak menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi karena penurunan produksi telur pada ayam, burung puyuh, dan itik petelur, serta menyebabkan kematian tinggi berbagai spesies unggas," ungkapnya dalam pidato pengukuhan Guru Besar UGM tersebut.
 
Menurutnya, masih munculnya penyakit AI di industri perunggasan terjadi karena kendurnya biosekuriti yang diterapkan di lapangan. "Upaya penanggulangan dan pengendalian penyakit unggas, secara khusus penyakit AI tidak bisa mengandalkan satu cara saja, tetapi harus bersinergi dengan berbagai faktor pengendalian sebagaimana digariskan oleh pemerintah, dan harus disertai komitmen yang kuat oleh pelaku usaha perunggasan," kata Haryadi. 
 
Ia menambahkan, di beberapa negara maju telah diadopsi dan digunakan teknologi vaksin rekombinan yang dipercaya lebih aman karena tidak menggunakan virion AI utuh. Keuntungan lain, vaksin rekombinan ini dapat menginduksi tidak hanya kekebalan humoral tetapi kekebalan seluler termasuk perangkat imunitas terhadap virus. "Menurut hemat saya, kita tidak boleh alergi dengan teknologi maju yang sudah banyak digunakan dan terbukti memberikan keuntungan bagi industri perunggasan," katanya. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday89
mod_vvisit_counterYesterday311
mod_vvisit_counterThis week89
mod_vvisit_counterThis month6983
mod_vvisit_counterAll2032811