PARTISIPASI ASOHI DALAM PENYUSUNAN KUALIFIKASI KKNI BIDANG PKH PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Tuesday, 12 November 2019 16:33
BOGOR, 28-29 Oktober 2019. Bertempat di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan telah dilaksanakan rapat penyusunan Deskripsi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Unit Kompetensi Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner. 
 
Rapat yang diselenggarakan oleh Diretorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ini merupakan tindak lanjut dari rapat perumusan KKNI Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian pada Kamis-Minggu, 10-13 Oktober 2019 di Hotel Santika BSD. 
 
Rapat tersebut menghasilkan 101 KKNI yang terdiri dari 64 Jabatan KKNI Dokter Hewan dan 37 Jabatan KKNI Paramedik  Veteriner. Dari hasil perumusan KKNI tersebut perlu dilakukan tindak lanjut untuk penyusunan deskripsi kualifikasi jabatan dan penyusunan unit kompetensi yang dibutuhkan untuk kompetensi jabatan yang belum ada pada unit kompetensi pada unit SKKNI yang telah ditetapkan. 
 
Rapat diikuti oleh perwakilan dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, perwakilan subdit lingkup Direktorat Kesehatan Hewan, serta berbagai perwakilan asosiasi/organisasi stakeholder bidang peternakan dan kesehatan hewan diantaranya PB PDHI, ASOHI, HPDKI, PPSKI, ADHPHKI, ARPHUIN, GKSI, GPMT, PDHKI, dan ASPIDI. Pengurus ASOHI yang hadir pada rapat kali ini adalah Ketua Umum Drh Irawati Fari didampingi Wakil Sekjen Drh Forlin Tinora. 
 
Menurut Kepala Puslatan BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya, “Dari 755 profesi di sektor pertanian tergambarkan bahwa tahapan profesi veteriner maupun paramedik kesehatan hewan meliputi banyak area fungsi, sekaligus memperlihatkan banyak peluang profesi di situ. Ke depan, institusi pendidikan dapat menerapkan kurikulum sekolah ke dalam skema Peta Okupasi Profesi Sektor Pertanian yang disusun Kementan."
 
Menurutnya, peta okupasi profesi sektor pertanian akan menjadi acuan perencanaan pembangunan SDM pertanian, untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Serfikasi Profesi (BNSP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), asosiasi profesi dan bisnis.
 
Tujuan lain adalah pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di sektor pertanian yang mengacu pada KKNI sesuai UU yang berlaku. Penyusunan job description berbagai fungsi pertanian yang ada dalam sebuah organisasi komersial maupun nirlaba. Pemetaan profil kebutuhan dan ketersediaan SDM Indonesia dalam berbagai okupasi dan fungsi kunci, dan pembuatan berbagai modul dan desain instruksional berbasis kompetensi yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan pertanian di seluruh Indonesia. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday121
mod_vvisit_counterYesterday370
mod_vvisit_counterThis week491
mod_vvisit_counterThis month5280
mod_vvisit_counterAll2031108