ASOHI HADIRI RAPAT EVALUASI PERMENTAN NO. 14/2017 TENTANG KLASIFIKASI OBAT HEWAN PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 18 December 2019 15:52
JAKARTA, 5 Desember 2019. Bertempat di Ruang Rapat Utama I Gedung C Kementerian Pertanian telah diselenggarakan rapat membahas evaluasi Permentan No. 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan. Rapat ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Komisi Obat Hewan, Komisi Ahli Kesehatan Hewan Ditjen PKH, FAO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT). Hadir mewakili Pengurus ASOHI Nasional adalah Ketua Umum Drh Irawati Fari dan Wakil Sekjen Drh Forlin Tinora.
 
Latar belakang diselenggarakannya rapat ini dalam rangka mencegah dan mengendalikan risiko resistensi antimikroba di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat hewan. Selain itu memperhatikan Nota Dinas Direktur Kesehatan Hewan No. 260002/PK.350/F4/11/2019 tanggal 26 November 2019 perihal Penyampaian KAK/TOR Kegiatan dan Konsep Undangan Pertemuan Pembahasan Evaluasi Implementasi Permentan No. 14 Tahun 2017. 
 
Bahwa dalam perkembangannya diperlukan evaluasi terhadap Permentan tersebut, khususnya terkait potensi penambahan daftar antibiotik yang dilarang penggunaan pada ternak yang produknya untuk konsumsi manusia dengan mengacu pada 2nd OIE Global Conference di Maroko, 29-31 Oktober 2018, yang merekomendasikan pelarangan penggunaan fluoroquinolones, generasi 3 dan 4 cephalosporin dan colistin pada sektor peternakan dan kesehatan hewan. 
 
Secara khusus, colistin menurut WHO merupakan daftar antibiotik yang sangat penting untuk kesehatan manusia, dan merupakan antibiotik pilihan terakhir pada pengobatan manusia saat infeksi.
 
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), antibiotik ini masih digunakan di peternakan di Indonesia untuk pengobatan atau bahkan pencegahan penyakit. Penggunaan colistin dapat memicu terjadinya resistensi bakteri, dimana bakteri resisten terhadap colistin tersebut dapat menyebar dari hewan ke manusia baik secara langsung maupun melalui produk ternak akibat mengkonsumsinya. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday603
mod_vvisit_counterYesterday1956
mod_vvisit_counterThis week4778
mod_vvisit_counterThis month27575
mod_vvisit_counterAll2332382