FGD ISPI: SIAPKAH INDONESIA MANDIRI DALAM PEMBIBITAN AYAM BROILER PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 18 December 2019 16:18
TANGERANG SELATAN, Kamis 12 Desember 2019. Bertempat di Swiss-Bellhotel, Intermark BSD City, telah digelar Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI). 
 
FGD yang diselenggarakan ISPI ini antara lain untuk menyikapi berita di Bisnis Indonesia (18 November 2019 dan 2 Desember 2019) dan beberapa berita di media sosial tentang keberadaan GGPS broiler produksi lokal di Indonesia yang akan memproduksi GPS. Dalam berita tersebut disampaikan bahwa  Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan program produksi bibit ayam Grand Parent Stock/GPS) broiler guna menekan importasi induk ayam potong. Program pengembangan ini telah berjalan di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jika dapat beroperasi secara konvensional, Kementan mengklaim ada efisiensi biaya mencapai Rp 415 miliar.
 
FGD dihadiri oleh sekitar 70an orang dari kalangan pakar genetika dan pemuliaan ternak dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian, pelaku industri pembibitan unggas, pimpinan asosiasi perunggasan dan sejumlah tamu undangan. Tampak hadir Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, mantan Ketua Umum GPPU Drh. Paulus Setiabudi dan Krissantono, Ketua Umum GPPU Achmad Dawami, Penasehat GPMT Drh. Sudirman, Ketua Umum Pinsar Indonesia yang juga anggota DPR Singgih Januratmoko, Senior ISPI Dr Rakhmat Pambudy serta sejumlah tokoh perunggasan lainnya. Sementara pengurus ASOHI Nasional diwakili oleh Sekretaris Eksekutif Bambang Suharno.
 
FGD dengan tema "Siapkah Indonesia Mandiri dalam Pembibitan Ayam Broiler?" dipandu oleh Prof Dr Muladno sebagai moderator dengan narasumber Prof Cece Sumantri (IPB), Prof Asep Anang (Fapet Unpad), serta Dominic Elfick dari Aviagen dan Mark Cooper dari Cobb Vantress USA.
 
Prof Cece menyampaikan materi tentang Teknologi Molekuler dalam Mendukung Pembibitan Ayam Broiler, Prof Asep Anang tentang Merancang Pembibitan Ayam Broiler di Indonesia, sedangkan Dominic dan Mark Cooper menyampaikan tentang modern broiler breeding berdasarkan pengalaman di perusahaan masing-masing.
 
Ketua Umum PB ISPI Didek Purwanto mengatakan acara FGD ini dimaksudkan untuk mendiskusikan secara terbuka tentang pembibitan ayam broiler. "Kami sengaja mengundang pakar-pakar genetika dan pemuliaan ternak untuk membahas tema ini yang selanjutnya akan menjadi masukan untuk pemerintah," ujar Didiek.
 
Adapun Direktur Perbibitan dan produksi Ternak Sugiono menyampaikan terima kasih atas inisiatif PB ISPI untuk mengadakan FGD ini. Ia menampaikan usaha perunggasan menghadapi berbagai masalah dan sering terjadi polemik. "Kita ambil positifnya, bahwa situasi ini membuat kita bisa berkumpul dan berdiskusi untuk mencari solusi," ujar  Sugiono yang mengikuti acara FGD ini hingga selesai.
 
Diakhir acara Prof Muladno membacakan catatan penting yaitu untuk mengembangkan dan melanjutkan pengembangan sumberdaya genetik ayam lokal secara berkelanjutan, perlu segera dibentuk konsorsium yang terdiri dari akademisi, peneliti, pelaku usaha/praktisi, dan pemerintah yang secara profesional, terencana, dan terarah. Pemerintah dalam hal ini direktorat perbibitan sebagai leading sector dan regulator harus memulai gerakan bersama membangun pembibitan sumber daya genetik ayam lokal sebagai pelengkap dalam pemenuhan protein hewani unggas. (BS)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday266
mod_vvisit_counterYesterday408
mod_vvisit_counterThis week674
mod_vvisit_counterThis month7117
mod_vvisit_counterAll2046218