LAPORAN ASOHI DAERAH BALI DI RAKORNAS ASOHI VIRTUAL PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 10 August 2020 11:05
JAKARTA, Selasa, 7 Juli 2020. Melalui aplikasi zoom virtual meeting, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Kendati berlangsung secara virtual atau melalui video conference, rakornas sukses diselenggarakan dengan dipandu oleh Wakil Sekjen ASOHI, Drh Forlin Tinora.
 
Dalam keterangan resmi ASOHI, sebanyak 13 ASOHI Daerah dari 17 ASOHI Daerah di seluruh Indonesia ikut berpartisipasi menyemarakkan rakornas virtual ini. Salah satu pengurus ASOHI Daerah yang hadir adalah ASOHI Daerah Provinsi Bali yang diketuai Drh I Made Dwi Wicaksana. 
 
Sebagaimana disampaikan Ketua ASOHI Bali Drh I Made Dwi Wicaksana melaporkan kegiatan yang telah yang telah dilakukan diantaranya pada bulan Februari 2020 menyelenggarakan serah terima  Desinfektan untuk gabungan usaha peternakan babi Bali yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan Bali sebanyak 500 liter desinfektan untuk kegiatan donasi desinfektan ASF Bali.
 
Kemudian pada bulan Maret 2020 ASOHI Bali memberikan edukasi tentang penyakit ASF yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan PDHI Bali untuk mengadakan kunjungan ke internal farm dan masyarakat secara langsung. Menyelenggarakan pertemuan dengan anggota ASOHI Bali untuk membahas salah satunya mengenai perijinan ijin usaha Distributor obat hewan, selain itu menyatukan visi dan misi baiknya bagaimana agar terjalin kenyaman didalam bekerja baik di internal perusahaan maupun eksternal ASOHI. 
 
ASOHI Bali juga telah melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang baru. Dan terakhir melakukan donasi desinfektan sebanyak 50 liter ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
 
Sementara untuk kendala yang dihadapi ASOHI Daerah Bali dituturkan Drh I Made Dwi Wicaksana selama masa PKM pertemuan antara Pengurus ASOHI dan anggota terkendala dengan situasi yang ada. Selain itu permasalahan perijinan Distributor dengan diberlakukannya peraturan tambahan yaitu seorang PJTOH atau Dokter Hewan harus mempunyai ijin praktek.
 
Ketua Umum ASOHI menegaskan bahwa ASOHI Pusat akan mencoba menindaklanjuti dengan POH mengenai permasalahan PJTOH harus mempunyai surat ijin praktek (SIP) sesuai Permentan Ijin Usaha. SIP tidak dipersyaratkan melainkan dokter hewan atau apoteker sebagai PJTOH yang harus bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan. (WK) 

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday627
mod_vvisit_counterYesterday3548
mod_vvisit_counterThis week628
mod_vvisit_counterThis month72700
mod_vvisit_counterAll2451941