PARTISIPASI ASOHI DALAM DISKUSI SURVEILANS ANTIMIKROBA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 08 January 2021 11:18
JAKARTA, Selasa, 1 Desember 2020. Menindaklanjuti program kerja Fleming Fund Country Grant to Indonesia (FFCGI) terkait dukungan untuk penguatan kapasitas surveilans penggunaan antimikroba (AMU), ASOHI bersama Tim FFCGI mengadakan pertemuan dan diskusi virtual terkait ketersediaan data penggunaan antimikroba (AMU), konsumsi antimikroba (AMC), dan Rencana Surveilans AMU dan AMC di bidang Kesehatan Hewan.
 
Hadir dalam pertemuan diantaranya Tom Weaver, PhD Deputy Team Leader DAI-Fleming Fund Country Grant to Indonesia, Ketua Umum ASOHI Drh Irawati Fari didiampingi Drh Andi Wijanarko Ketua Bidang Hub. Antar Lembaga dan perwakilan dari Ditkeswan Kementerian Pertanian.  
 
Pertemuan dan diskusi ini dilatarbelakangi resistensi dan penggunaan antimikroba (Antimicrobial resistance, AMR dan Antimicrobial use, AMU) adalah salah satu ancaman kesehatan paling kompleks, baik untuk sektor kesehatan manusia dan kesehatan hewan. AMR terkait erat dengan penggunaan antibiotik untuk pencegahan dan pengobatan penyakit dalam bidang klinis, peternakan, budidaya perikanan, dan produksi makanan. Penggunaan antibiotik pada unggas ditengarai melebihi dosis yang dianjurkan (overuse) dan tidak sesuai dengan fungsinya (misuse) seperti untuk growth promotor, pencegahan penyakit, dan untuk penyakit metabolik dan seringkali diberikan tanpa resep dokter hewan.
 
Penggunaan antimikroba (AMU) mengacu pada data penggunaan antimikroba oleh pengguna akhir, misal oleh dokter hewan, peternak, dan pemilik hewan. Sedangkan Konsumsi antimikroba (AMC) mengacu pada data agregat tentang konsumsi agen antimikroba. Data dapat dikumpulkan di tingkat nasional atau di berbagai tingkat administratif seperti provinsi atau regional. OIE secara resmi diberi mandat untuk mengumpulkan data tentang penggunaan antimikroba pada hewan di seluruh dunia dan untuk membuat database global untuk memantau penggunaan agen antimikroba melalui adopsi dari Resolusi No. 26 General session OIE pada Mei 2015.
 
Data terkait AMU dan AMC di Indonesia saat ini masih sangat terbatas, terfragmentasi dengan transparansi yang minimal. Ada kebutuhan akan data surveilans untuk memberikan informasi tentang AMU dan AMC untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan sesuai dengan kondisi pola resistensi antibiotik di sektor kesehatan hewan. 
 
“Oleh karena itu, pada 1 Desember 2020 kami mengusulkan untuk mengadakan pertemuan koordinasi membahas ketersediaan data penggunaan antimikroba (AMU), konsumsi antimikroba (AMC), dan Rencana Surveilans AMU dan AMC di bidang Kesehatan Hewan,” ujar Tom Weaver, PhD Deputy Team Leader DAI-Fleming Fund Country Grant to Indonesia.
Adapun diskusi ini membahas beberapa hal diantaranya 1. Ketersediaan data AMU dan AMC di ASOHI; 2. Ketersediaan data produksi antimikroba untuk kesehatan hewan di Indonesia; 3. Ketersediaan data impor antimikroba untuk kesehatan hewan di Indonesia; dan 4. Ketersediaan data distribusi antimikroba untuk penggunaan pada hewan. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday284
mod_vvisit_counterYesterday3096
mod_vvisit_counterThis week9673
mod_vvisit_counterThis month44086
mod_vvisit_counterAll2661572