FARMSCO GELAR WEBINAR TEKNIS UNTUK MENGEDUKASI PETERNAK AYAM RAS PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Tuesday, 02 February 2021 12:14
JAKARTA, 25 November 2020.  Ayam ras modern yang dipelihara oleh para peternak di lapangan memang sudah melewati tahapan riset dan pengembangan yang sangat panjang selama 50 tahun terakhir. Maka dari itu, perlakuan para peternak terhadap ayam ras modern juga perlu adanya penyesuaian.
 
Berangkat dari hal tersebut Farmsco Feed Indonesia menggelar sebuah webinar melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui akun YouTube Farmsco Indonesia, Rabu (25/11).
 
Menurut Prasetyo selaku General Manager Sales and Marketing Farmsco Feed Indonesia menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan sebuah partisipasi aktif perusahaan dalam mengedukasi para pelaku usaha budi daya ayam ras, terutama untuk melayani para pelanggan yang sudah sering berkomunikasi dengan pihak perusahaan.
 
“Program Farmsco E Learning merupakan sebuah program inovatif yang kami gagas dalam bentuk daring dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan informasi serta perkembangan yang paling baru di bidang perunggasan. Dengan target utama yaitu partner kami yang selalu setia berhubungan dengan kami,” ucapnya.
 
Awalnya acara ini digelar secara offline layaknya seminar biasa dengan tatap muka, namun karena kondisi pandemi maka perusahaan melakukan inisiatif untuk menggelar diskusi secara daring.
 
“Dalam rangka kebermanfaatan yang lebih luas maka acara ini kami buka selebar lebarnya,” ujar Prasetyo.
 
Menurut Amin Suyono, Regional Technical Manager Cobb Asia Pasific, dalam paparannya menyebutkan bahwa ayam ras saat ini sudah banyak berubah dari 50 tahun ke belakang, di mana dengan penelitian yang dilakukan secara terus menerus, ayam ras modern bisa berproduksi dengan pakan yang lebih sedikit dibanding 50 tahun lalu.
 
“Penelitian yang kami lakukan di bidang genetika itu difokuskan untuk efisiensi atau bagaimana kami menurunkan kuantitas biji bijian yang diperlukan untuk memproduksi satu kilogram daging,” kata Amin.
 
Menurutnya, jika melihat dulu pada tahun 1957, peternak membutuhkan 6 kg pakan untuk menghasilkan 2,7 kg ayam hidup, sementara itu untuk tahun 2020 itu hanya perlu 3,82 kg pakan untuk menghasilnkan ayam hidup dengam berat yang sama.
 
Sementara itu menurut narasumber lain yakni Intan Nursiam, jika ingin berproduksi secara maksimal, maka perlu melihat berbagai aspek yang berpengaruh terhadap produksi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
Intan melihat bahwa keberhasilan budi daya tidak hanya ditentukan dari masalah genetik semata, namun harus dilihat lebih jauh mengenai manajemen pemeliharaan, kesehatan dan sebagainya.
 
“Kita harus bisa melihat segala sumber daya yang kita punya. Apa kelemahan dan kelebihan yang ada ketika kita semua melakukan usaha budi daya. Contohnya seperti alam di sekitar lokasi budi daya,” ujar Nutrisionis PT Farmsco Feed Indonesia ini. (PI)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday13
mod_vvisit_counterYesterday3849
mod_vvisit_counterThis week13
mod_vvisit_counterThis month13
mod_vvisit_counterAll2786620