INDONESIA TARGETKAN SWASEMBADA OBAT HEWAN TAHUN 2026 PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Tuesday, 25 April 2017 16:54

Jakarta, Rabu 5 April 2017. Seiring dengan semakin meningkatnya nilai ekspor dan semakin menurunnya nilai impor obat hewan Indonesia. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya produsen yang telah menerapkan standar Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB), sehingga kualitas mutu obat hewan yang dihasilkan telah sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP) Internasional. Hal ini semakin membuktikan bahwa obat hewan Indonesia mampu bersaing dalam perdagangan internasional.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. I Ketut Diarmita MP, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi InfoASOHI. Dirjen melanjutkan, hasil yang telah dicapai dari penerapan CPOHB pada dua tahun terakhir (2015-2016) yaitu adanya perkembangan nilai ekspor di Kementerian Pertanian yang cukup signifikan, khususnya di Ditjen PKH yang berasal dari obat hewan.

Selanjutnya dijelaskan oleh Ketut, untuk menjamin mutu obat hewan yang beredar dalam masyarakat dan memudahkan dalam pengawasannya, maka obat hewan yang akan diproduksi dan diedarkan harus didaftar dan diuji mutunya.

Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa menambahkan, untuk mendapatkan nomor pendaftaran semua obat hewan yang akan diedarkan harus memenuhi persyaratan minimal pengujian mutu obat hewan dari Balai Besar Besar Pengujian Mutu Obat Hewan (BBPMSOH), Gunungsindur Bogor.

Berdasarkan data rekomendasi ekspor dari Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, memperlihatkan bahwa produsen obat hewan dalam negeri telah berhasil menembus pasar Internasional, tidak hanya ekspor ke negara berkembang, tetapi telah menembus negara maju seperti negara benua Eropa dan Amerika.

Diarmita menambahkan, pada tahun 2016 Indonesia telah berhasil melakukan ekspor obat hewan ke 57 negara, yang tersebar di 4 benua yaitu Eropa, Amerika, Asia dan Afrika diantaranya Belgia, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Norwegia, Yordania, RusiaBrazil, Guatemala, Argentina, Mesir, Maroko, Jepang, China, India, dan masih banyak lagi lainnya.

"Dari banyaknya negara yang berhasil kita tembus menunjukkan bahwa obat hewan Indonesia telah mampu bersaing dengan negara maju baik dari segi mutu, khasiat serta keamanannya. Target Pemerintah dalam hal ekspor obat hewan adalah tahun 2026 Indonesia mampu memenuhi kebutuhan obat hewan dalam negeri dengan target pengurangan jumlah impor sampai dengan kurang dari 30%," ujar I Ketut Diarmita. (wk)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday240
mod_vvisit_counterYesterday1722
mod_vvisit_counterThis week3774
mod_vvisit_counterThis month33319
mod_vvisit_counterAll1376969