MAJALAH INFO AKUAKULTUR GELAR SEMINAR PENYAKIT TILV PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 24 August 2017 13:54

JAKARTA, Rabu 9 Agustus 2017. Bertempat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gedung Mina Bahari IV, Jalan Medan Merdeka Timur Jakarta Pusat, Majalah Info Akuakultur bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menyelenggarakan Seminar tentang "Pengenalan Serta Pencegahan Penyakit TiLV di Indonesia".

Seminar menghadirkan pembicara Dr. Angela Mariana Lusiastuti, Peneliti di Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, KKP dengan moderator Ir. Maskur, MSi (mantan Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan).

Seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat pembudidaya ikan Nila maupun pelaku usaha sarana produksi tentang dampak serta langkah-langkah antisipatif masuk dan tersebarnya TiLV ke dalam Wilayah RI. Karena sebagai salah satu negara penghasil Nila atau Tilapia terbesar dunia, Indonesia perlu mewaspadai masuk dan tersebarnya penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) ke dalam Wilayah Negara RI.

Indonesia telah metargetkan produksi Ikan Nila tahun 2017 sebesar 1,8 juta ton dengan nilai Rp 30 Triliun dan pada tahun 2019 targetnya naik menjadi 2,5 juta ton dengan nilai hampir Rp 50 triliun. Dapat dibayangkan jika penyakit TiLV ini masuk dan menyebar ke wilayah Republik Indonesia, maka budidaya ikan Nila akan mengalami nasib yang sama seperti hancurnya budidaya ikan Mas akibat serangan penyakit Koi Herpes Virus (KHV) pada Tahun 2002 silam.

Fenomena kematian massal pada ikan Nila yang diduga disebabkan oleh serangan penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) dilaporkan pertama kali di Israel tahun 2009 yang menyerang ikan Nila alam yang ada di Danau Kinneret (Sea of Galilee) dan ikan di kolam komersil. Beberapa tahun kemudian, kematian yang serupa juga terjadi di negara Ekuador dan Colombia, dan saat ini penyakit TiLV telah menyerang ikan Nila di Thailand (2015) dan Mesir (2017).

Penyakit ini sangat menular dan mengakibatkan morbiditas dan mortalitas antara 80 – 100 % dari populasi ikan Nila yang terinfeksi. Virus ini telah telah mengakibatkan kerugian sebesar USD 7,5 juta pada industri ikan Nila setiap tahunnya. Di Israel, outbreak dari virus ini terjadi pada musim panas yakni pada bulan Mei hingga Oktober. Virus TiLV ini dapat menyebar melalui media air, akan tetapi morbiditas dan mortalitasnya hanya terbatas pada jenis ikan Nila (Oreochromis niloticus dan O. niloticus X O. aureus).

Langkah-langkah pencegahan yang sistematis, terintegrasi, serta terencana perlu ditetapkan untuk kemudian dilaksanakan dengan penuh komitmen dengan melibatkan seluruh stakeholder. Informasi penyebab, karakteristik pathogen, gejala klinis, pola penyebaran, diagnosis serta langkah-langkah pencegahan perlu disosialisasikan kepada semua pihak. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2095
mod_vvisit_counterYesterday2505
mod_vvisit_counterThis week4600
mod_vvisit_counterThis month43066
mod_vvisit_counterAll1539134