APAKAH AI H9N2 SUDAH MEREBAK? PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 24 August 2017 14:38

JAKARTA, Selasa 25 Juli 2017. Menjawab keresahan di peternak khususnya peternak ayam petelur (layer) tentang gonjang-ganjing penyakit Avian Influenza (AI) H9N2. Kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Ni Made Ria Isriyanti, Ph.D memberikan keterangan disela seminar Antimikrobial Dalam Industri Peternakan yang diselenggarakan oleh Pinsar dan Elanco di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah.

Menurut Ria, demikian ia akrab disapa, perbedaan antara HPAI dan LPAI bisa dilakukan secara biologis di mana HPAI merupakan infeksi sistemik, sedangkan infeksi LPAI terlokalisasi di organ tertentu. "Pada kejadian infeksi virus H9N2 di lapangan, hasil PA yang signifikan teramati adalah adanya perdarahan pada organ pernafasan dan pencernaan, ditambah dengan lesi seperti ‘brokoli’ pada ovarium ayam," jelas Ria.

Lebih lanjut kata Ria, kondisi saat ini penyakit sudah tersebar di banyak provinsi di Indonesia (Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali) dengan sampel positif H9N2 berjumlah 49. Rata-rata umur ayam yang terserang 36-60 minggu. Mortalitas pada umumnya rendah namun ditandai dengan gejala penurunan produksi telur sampai 40-60% dari produksi yang lazim, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup signifikan bagi peternak.

"Dari hasil sekuensing menunjukkan bahwa virus H9N2 memiliki 'mono basic amino acid', sehingga virus ini merupakan LPAI. Data filogenik menunjukkan bahwa beberapa HA-H9 dan NA-N2 homolog (98%) dengan virus H9N2 Vietnam (A/Muscovy duck/Vietnam/LBM719/2014)," urai Ria.

Menurut Ria, vaksinasi terhadap H9N2 sudah lazim diterapkan di negara-negara tertular. Sedangkan implikasi pada kesehatan manusia perlu dipantau. Pun begitu untuk kewajiban pelaporan internasional, pembahasan perlu dilakukan pemerintah dengan pihak OIE/FAO mengingat AI H9N2 saat ini bukan merupakan 'notifiable disease' di Indonesia.

Sementara itu Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kementan menyarankan untuk mempelajari kemungkinan adanya virus-virus Avian Influenza lain selain H5N1 dan H9N2 di Indonesia dengan surveilans. Komisi tersebut juga menganjurkan tindak lanjut penelitian menjadi dasar dalam penentuan 'master seed' untuk vaksin H9N2. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2079
mod_vvisit_counterYesterday2505
mod_vvisit_counterThis week4584
mod_vvisit_counterThis month43050
mod_vvisit_counterAll1539118