ASOHI JADI NARASUMBER DI PERTEMUAN PENGAWAS OBAT HEWAN PROVINSI BANTEN PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Tuesday, 26 September 2017 15:20

BANTEN, Selasa, 22 Agustus 2017. Guna melaksanakan tujuan ASOHI dalam menjalin dan meningkatkan hubungan dengan pihak Pemerintah, ASOHI berkesempatan untuk memaparkan peran ASOHI dalam rangka pengawasan peredaran obat hewan di depan Pengawas Obat Hewan provinsi Banten.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Ir Agus M. Tauchid dan dihadiri seluruh perangkat kerjanya diantaranya Ir Hj. Aan Muawanah, MM (Kabid Keswan dan Kesmavet), Ir Ari Sudjatmikowati, MP. (Kasi Obat dan Produk Asal Hewan) dan Drh Heirmayani (Medik Veteriner). Hadir dalam pertemuan ini Drh Ni Made Ria Isriyanti, Ph.D, Kasubdit Pengawasan Obat Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan perwakilan dari BBPMSOH.

Dalam sambutannya Kadis Pertanian dan Peternakan menekankan agar semua jajaran pemerintah dalam melaksanakan tugasnya harus profesional dan memberikan pelayan publik yang terbaik. Untuk hal itu, diharapkan agar dalam proses pengawasan obat hewan, baik dalam rangka usaha pembuatan, pengadaan, peredaran dan penggunaanya harus benar-benar sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Walaupun masih dirasa banyak kekurangan-kekurangan untuk menjalankan tugas secara optimal misalnya kurangnya tenaga pengawas dan alokasi dana operasional, tidak serta merta mengendorkan semangat untuk memberikan yang terbaik," ujar Agus.

Pada kesempatan yang sama, Ni Made Ria memaparkan penerapan aturan baru Permentan No. 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan yang intinya melarang penggunaan Antibiotic Growth Promotor dan hormon di dalam pakan mulai tahun 2018.

Sementara itu, Ir. Teddy Candinegara, Ketua Bidang Peredaran Obat Hewan ASOHI, memberikan paparan tentang temuan-temuan di lapangan sehubungan dengan pelanggaran obat hewan serta latar belakang penyebabnya. Diharapkan pengawas obat hewan dapat bekerjasama dengan ASOHI dalam melakukan pendekatan-pendekatan kepada stakeholder sehingga tujuan pengawasan dapat dicapai dengan optimal.

"Usulan konkrit yang disampaikan ASOHI adalah agar Pemerintah Daerah Prov Banten dapat membuat turunan regulasi yang lebih mengikat sehingga ada dasar yang lebih kuat bagi pengawas tingkat provinsi, kota dan kabupaten dalam melaksanakan tugas pengawasannya. Pertemuan rutin antar stakeholder dengan pemerintah sebaiknya diaktifkan sehingga mampu menciptakan komunikasi yang baik dan memberikan kesempatan untuk membangun peternakan secara sehat dan bertanggung jawab termasuk peredaran dan penggunaan obat hewan," jelas Teddy. (TC)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday135
mod_vvisit_counterYesterday369
mod_vvisit_counterThis week135
mod_vvisit_counterThis month4742
mod_vvisit_counterAll1929798