ASOHI JABAR BERI EDUKASI SOAL PEREDARAN OBAT HEWAN PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 27 October 2017 11:00

BEKASI, Senin 02 Oktober 2017. Bertempat di Hotel Zuri Express Lippo Cikarang Bekasi ASOHI Jawa Barat, ASOHI Daerah Jawa Barat memenuhi undangan Dinas Pertanian Pemerintah Kota Bekasi berpartisipasi dalam Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Peredaran Obat Hewan. Acara ini diikuti oleh pelaku usaha Poultry Shop, Pet Shop dan Praktek Dokter Hewan dari seluruh wilayah Kota Bekasi.

Bertindak sebagai pemateri adalah Ketua ASOHI Jabar Drh Pranyata Tangguh Waskita. Acara dibuka olah Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Momon Sulaeman, dilanjutkan dengan pemaparan materi-materi tentang sosialisasi terkait Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Peredaran Obat Hewan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran para pengecer, pengguna obat hewan, dan vaksin bagi Poultry Shop.

Drh Pranyata menguraikan bahwa pengawasan obat hewan dilakukan terhadap Produsen, Importir/Eksportir, Distributor, Pengemas Ulang Obat Hewan (Repacking), Pemakai atau Pencampur obat hewan dalam pakan ternak (Feedmill), Depo Obat Hewan, Toko Obat Hewan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 74/Permentan/ OT.140/12/2007.

Sementara untuk syarat dan tata cara pemberian izin usaha obat hewan diatur dalam Permentan No. 18/Permentan/ OT.140/4/2009. Izin usaha obat hewan diberikan oleh pejabat yang berwenang kepada perorangan warga negara Indonesia atau badan usaha untuk melakukan usaha di bidang obat hewan.

"Pemberian izin usaha obat hewan untuk produsen, importir, dan/atau eksportir diberikan oleh Direktur Jenderal Peternakan atas nama Menteri Pertanian. Sementara pemberian izin usaha obat hewan untuk distributor diberikan oleh Gubernur. Dan pemberian izin usaha obat hewan untuk depo, dan/atau toko diberikan oleh Bupati/Walikota," jelas Pranyata.

Pranyata menjelaskan beberapa syarat wajib untuk Depo obat hewan, Petshop, Poultry shop yaitu harus memiliki sarana/ peralatan untuk melakukan kegiatan usahanya; nomor pokok wajib pajak (NPWP); izin lokasi usaha/surat izin tempat usaha (SITU); Tanda Daftar Perusahaan; surat izin usaha perdagangan (SIUP); dan rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah setempat, apabila ASOHI di daerah belum ada, maka rekomendasi diterbitkan ASOHI Pusat.

"Selain itu Depo atau Petshop obat hewan mempunyai tempat penyimpanan obat hewan yang dapat menjamin terjaganya mutu. Memiliki tenaga dokter hewan atau apoteker yang bekerja tidak tetap, atau tenaga asisten apoteker yang bekerja tetap sebagai penanggung jawab teknis. Toko obat hewan juga wajib mempunyai tempat penyimpanan untuk mempertahankan mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan," pungkas Pranyata.

Hal ini sesuai dengan visi ASOHI yaitu mendorong terwujudnya usaha obat hewan yang mentaati peraturan dan perundangan yang berlaku. Serta meningkatkan peran ASOHI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday385
mod_vvisit_counterThis week24
mod_vvisit_counterThis month4834
mod_vvisit_counterAll1908039