ASOHI HADIRI KONFERENSI ABC CHALLENGE ASIA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 27 October 2017 11:18

JAKARTA, 17 Oktober 2017. Bertempat di Hotel JW Marriot Jakarta, telah diselenggarakan Konferensi ABC Challenge Asia. Konferensi ini diperuntukkan bagi siapa saja yang terlibat dalam memastikan bahwa konsumen di Asia menerima daging unggas teraman dengan kualitas terbaik yang sesuai dengan aturan dan peraturan terakhir. Konferensi ini menghadirkan para ahli yang telah diakui untuk memberikan wawasan terbaru tentang topik penting ini. Program ini mengikuti urutan logis pada subjek kunci resistensi antibiotik dan biosekuriti.

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) melalui Ketua Umumnya Drh. Irawati Fari hadir mengikuti konferensi yang juga juga dihadiri para stakholder bidang peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia dan mancanegara. Secara spesifik partisipan yang hadir berasal dari golongan dokter hewan, nutrisionist, pembibitan, penetasan, peternak, pemangku kebijakan, dan akademisi.

Konferensi yang diselenggarakan oleh VNU Exhibitions Asia Pacific ini merupakan rangkaian kegiatan pameran The International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2017. Konferensi dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Drh Fadjar Sumping Tjatur Rasa PhD.

Konferensi ini berfokus pada bagaimana resistensi antimikroba dan biosekuriti telah mempengaruhi bisnis perunggasan melalui tekanan konsumen dan memberi cara untuk memperbaiki operasi di peternakan sehingga berdampak positif dimata pelanggan dan konsumen.

Beberapa pembicara berkualitas internasional dihadirkan diantaranya Nigel Horrox (President WVPA), Dr. Aruelio G. Tayao (Elanco Philippines), Tim Goossens (Nutriad Belgium), Qazi Muhammad Kasif (Boehringer Ingelheim Pakistan/China), Emma Teirlynck (Trouw Nutrition Netherlands), Tgrul Durali (Bromley Park Group New Zealand), MCs. Jan Cortnebach (De Heus China/Netehrlands), Dr Kevin Liu (Adisseo Singapore), Dr Maria Beatrice Cardoso de Oliviera (Hipra Spain), dan Prof Dr Aini Ideris (UPM Malaysia).

Biosekuriti dapat dilihat pada tingkat yang berbeda misalnya negara, wilayah, peternakan, kandang dan unggas. Konferensi ini berfokus pada tiga yang terakhir dan menyoroti beberapa perkembangan terakhir upaya pencegahan penularan penyakit unggas dan upaya meningkatkan kemampuan bertahan menghadapi tantangan penyakit.

Sementara soal resistensi antibiotika, masalah ini merupakan aspek kunci dari produksi unggas modern. Karena faktanya saat ini semakin banyak konsumen yang menginginkan produk unggas yang mereka konsumsi berasal dari unggas yang bebas dari penggunaan antibiotik. Sehingga diperlukan strategi alternatif untuk pengendalian penyakit yang sebelumnya kita obati dengan antibiotik. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday195
mod_vvisit_counterYesterday1655
mod_vvisit_counterThis week1850
mod_vvisit_counterThis month24561
mod_vvisit_counterAll1818772