WHO DESAK PETERNAK STOP PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA TERNAK SEHAT PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 23 November 2017 12:42

LONDON, Selasa 07 November 2017. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) mendesak peternak berhenti menggunakan antibiotik dalam mendorong pertumbuhan dan mencegah penyakit pada ternak sehat karena praktik tersebut meningkatkan infeksi bakteri super (superbug) yang tahan obat-obatan, kepada manusia.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menggambarkan kurangnya antibiotik yang efektif untuk manusia setara dengan “merebaknya wabah penyakit yang mematikan secara mendadak. Dia mengatakan "tindakan yang kuat dan berkelanjutan di semua sektor" sangat penting untuk membalikan kondisi ini dan "menjaga dunia tetap aman".

"WHO sangat menganjurkan agar mengurangi penggunaan semua jenis antibiotik yang penting secara medis pada industri peternakan, termasuk pembatasan penggunaan antibiotik ini untuk mendorong pertumbuhan dan pencegahan penyakit tanpa diagnosis," kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dalam sebuah pernyataan.

Penggunaan semua jenis antibiotik telah mendorong berkembangnya dan menyebarnya bakteri-bakteri super kuat dan infeksi yang resisten terhadap berbagai obat-obatan yang tidak lagi mempan diobati dengan obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mereka.

Menurut WHO, di beberapa negara sekitar 80 persen dari total konsumsi antibiotik penting secara medis digunakan di industri peternakan. Antibiotik biasanya diberikan kepada ternak sehat untuk mencegah agar mereka tidak sakit dan mempercepat pertumbuhannya. Sebuah praktik yang menurut WHO harus dihentikan sama sekali. Pada hewan sakit, sedapat mungkin, harus dilakukan tes terlebih dahulu untuk menentukan antibiotik yang paling efektif dan tepat untuk mengobati penyakit spesifik mereka.

Beberapa negara telah mengambil tindakan untuk mengurangi penggunaan antibiotik pada hewan penghasil makanan. Sejak 2006, Uni Eropa telah melarang penggunaan obat-obatan tersebut untuk pemacu pertumbuhan. Tren konsumen juga mendorong permintaan untuk daging yang diproduksi tanpa penggunaan antibiotik secara rutin dengan kampanye produk pangan "bebas antibiotik".

WHO mengatakan, alternatif penggunaan antibiotik untuk pencegahan penyakit pada hewan termasuk memperbaiki praktik kebersihan dan biosekuriti di peternakan serta penggunaan vaksin yang lebih baik. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday130
mod_vvisit_counterYesterday247
mod_vvisit_counterThis week905
mod_vvisit_counterThis month7582
mod_vvisit_counterAll1883325