STATUS GUNUNG AGUNG TURUN, TIM SATGAS KEMENTAN TETAP SIAGA PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 23 November 2017 13:19

TANAH AMPO - BALI, 4 November 2017. Pasca menurunnya status Gunung Agung dari status awas menjadi siaga, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengadakan pertemuan kembali bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri, Dandim Karangasem Firman Sjafrial Agustus, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumantra, M.App.Se dan Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. I Ketut Nata Kusuma di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menentukan langkah-langkah penanganan pra, saat, dan pasca jika terjadi bencana erupsi Gunung Agung.

I Ketut Diarmita mengingatkan meskipun telah terjadi penurunan status gunung Agung, monitoring progress yang telah dilakukan Tim Satgas dari Ditjen PKH untuk tetap terus berjalan mengkoordinasikan kegiatan penyelamatan dan penanganan ternak, serta penyaluran bantuan dari pihak lain. "Kita jaga peternak dan ternaknya jangan sampai ketika terjadi bencana alam mereka jadi korban. Hal tersebut juga merupakan amanat Bapak Menteri Pertanian agar peternak tidak merugi dan merasa tenang dan nyaman ditempat-tempat penampungan ternak," ujar I Ketut.

Menanggapi hal tersebut, "Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Bali menyampaikan, jika selama ini penjualan ternak pengungsi sangat baik dengan harga yang wajar, namun tetap kita sarankan yang dijual adalah sapi-sapi yang jantan," tegasnya.

Menurut I Ketut Diarmita, pengalaman bencana meletus Gunung Merapi di Jawa Tengah telah mengajarkan banyak hal khususnya dalam mengevakuasi ternak. "Ketika terjadi musibah bencana alam, pemerintah tidak memikirkan masyarakat saja, sekaligus ternak juga harus dievakuasi, sehingga jelas SOP untuk evakuasi sapi yang aman," tambahnya.

Dirjen PKH juga mengapresiasi kinerja Tim Satgas PKH dalam penanganan evakuasi sapi yang lebih baik. Saat ini Pemerintah telah menyiapkan lokasi penampungan ternak yang terdapat pada 43 lokasi di 7 titik sebaran yakni Klungkung, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Bangli, Tabanan, dan Gianyar. Dari data update evakuasi di Posko tercatat jumlah ternak yang ada di penampungan sejumlah 6.584 ekor. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam memberikan bantuan. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterYesterday1841
mod_vvisit_counterThis week1855
mod_vvisit_counterThis month9819
mod_vvisit_counterAll1701831