KEMENTAN TEGASKAN INFO TELUR PALSU HOAX PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 23 March 2018 16:26

JAKARTA, Jumat 16 Maret 2018. Adanya isu telur palsu marak di media sosial yang akhir-akhir ini sangat meresahkan konsumen membuat Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri bergerak cepat dalam menyikapi beredarnya berita-berita hoax tersebut.

Selain membuat resah konsumen, isu tersebut juga akan sangat merugikan peternak ayam petelur. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Maarif menegaskan, isu yang viral mengenai telur palsu adalah hoaks.

Kementan telah terjun ke lapangan untuk mencari tahu kebenaran info itu. Setelah diteliti, ternyata itu telur asli, namun kondisinya dalam keadaan yang tidak baik (sudah terlalu lama penyimpanannya). Pihaknya sudah menguji ke laboratorium telur yang diduga palsu di masyarakat. Hasilnya dipastikan bahwa telur tersebut asli.

“Ditemukannya telur-telur dengan ciri tidak normal seperti kuningnya yang lembek, putih telur terlalu cair, atau tidak lengket di tangan kemungkinan karena faktor alam akibat penyimpanan yang terlalu lama,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Sugiono meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan info hoaks itu karena telur tidak dapat dipalsukan. “Telur produk biologis, tidak akan dapat dipalsukan, harga telur per kilogram jelas Rp. 20-23 ribu. Kalau ada yang mau memalsukan berapa biayanya, teknologi seperti apa yang digunakan, tidak mungkin bisa dipalsukan,” kata Sugiono.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Polri memastikan bahwa info beredarnya telur palsu itu hoaks, karena sudah diselidiki ternyata tidak benar. Setyo mengatakan, hal ini sangat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Para peternak ayam akan merugi karena masyarakat jadi takut membeli telur. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan informasi telur palsu di media sosial. Jika kedapatan bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Barang siapa yang mengunggah berita palsu (bisa dikenakan) pasal 28 UU ITE, dia diancam hukuman maksimal enam tahun dan denda Rp1 miliar,” pungkasnya. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday125
mod_vvisit_counterThis week20
mod_vvisit_counterThis month4415
mod_vvisit_counterAll1922575