UPDATE SEPUTAR IMPORTASI BAHAN BAKU ANTIBIOTIK PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Thursday, 28 June 2018 16:45
JAKARTA, Kamis 31 Mei 2018. Melalui surat resminya dengan Nomor: 029/ASOHI/V/2018, Ketua Umum ASOHI Drh Irawati Fari menyampaikan hasil pertemuan antara ASOHI dan POH (Subdit Pengawasan Obat Hewan) sebagai tindak lanjut dari pertemuan ASOHI dengan anggota importir bahan baku antibiotik dan produsen yang diadakan pada tanggal 19 April 2018. 
 
Dalam surat tersebut Irawati menerangkan pada 22 Mei 2018 bertempat di Kementerian Pertanian, Ruang Rapat Gd. C Lt. 9 telah digelar pertemuan antara ASOHI dengan POH membahas masalah importasi bahan baku antibiotik. Pengurus ASOHI diwakili oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari, Wasekjen Drh Forlin Tinora, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Drh Andi Wijanarko, Wakil Ketua Bidang Organisasi Drh Erwin Heriyanto, dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Drh Haryono Djatmiko, sementara anggota ASOHI pada saat itu hadir diwakili oleh PT Agrinusa Jaya Sentosa (sebagai Produsen) dan PT Cipta Prima (sebagai Importir bahan baku antibiotik). 
 
Adapun hasil pertemuan tersebut adalah sebagai berikut: Setelah mempelajari surat dan proposal ASOHI terkait masalah importasi bahan baku antibiotik, maka pihak POH memahami permasalahan yang ada, tidak bermaksud untuk mempersulit tetapi untuk memastikan agar pemasukkan, peredaran dan penggunaan bahan baku antibiotik dapat dimonitor dari pemasukan bahan baku sampai kepada realisasi produk obat jadi yang diproduksi harus dapat ditelusuri dan dilakukan pengawasan.
 
Selain itu dari hasil pertemuan tersebut Kasubdit POH menyampaikan ada dua alternatif yang akan dipertimbangkan oleh Pemerintah yaitu: 1). Melampirkan PO dari Produsen di depan untuk permohonan rekim. 2). Melampirkan forecast untuk permohonan rekim, dan PO dari produsen di belakang setelah importasi bahan baku antibiotik terealisasi, Importir bisa memiliki stok bahan baku antibiotika, untuk pengawasannya maka Importir akan mengirimkan data laporan realisasi dilengkapi dengan PO dan surat jalan (DN) ke produsen secara berkala.
 
Dari kedua alternatif tersebut ASOHI mengusulkan agar Pemerintah mempertimbangkan untuk menentukan alternatif no. 2 (dua). Untuk transaksi antar importir seperti yang diusulkan oleh ASOHI agar bisa dilakukan, maka jika alternatif no. 2 (dua) di atas yang diputuskan, maka transaksi antar importir dapat dihindari.
 
Selain itu, juga dibahas terkait impor bahan baku berupa sampel untuk kebutuhan trial atau research produk baru, agar pihak Pemerintah mempertimbangkan untuk dibuat ketentuan yang jelas.
 
Dari hasil pertemuan tersebut, untuk keputusan lebih lanjut, Kasubdit POH akan segera menindaklanjuti dengan Dirkeswan dan akan diupayakan dapat mengeluarkan surat resmi terkait hal tersebut (diharapkan sebelum lebaran surat tersebut sudah keluar). (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday47
mod_vvisit_counterYesterday152
mod_vvisit_counterThis week1939
mod_vvisit_counterThis month5351
mod_vvisit_counterAll1916094