EVALUASI PELARANGAN PENGGUNAAN AGP OLEH ISPI PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 25 July 2018 15:26
JAKARTA, 4 Juli 2018. Sejak ditetapkannya pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter) per 1 Januari 2018, budidaya perunggasan negeri ini terdapat peluang sekaligus tantangan. Dalam rangka mengevaluasi penetapan tersebut, ISPI adakan forum bertema "Evaluasi Pelarangan Penggunaan AGP di Industri Perunggasan". 
 
Joko Susilo, selaku wakil ketua organisasi dan antar lembaga GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional), menyampaikan kondisi budidaya perunggasan pasca pelarangan AGP serta pengalaman penggunaan alternatifnya. 
 
"Peluang yang terbuka lebar pasca pelarangan AGP yaitu efisiensi produksi, keamanan produk, harga jual diatas HPP (Harga Pokok Produksi) serta omset bahan baku pengganti AGP meningkat," papar Joko. 
 
Dijelaskannya, tantangan yang dihadapi peternak antara lain ayam lebih mudah sakit. Performa ayam turun serta kurangnya keseragam (uniformity). Langkah yang dapat dilakukan diantaranya istirahat kandang yang cukup, sanitasi dan biosecurity kandang yang terprogram baik, manajemen brooding dan ventilasi baik, menjaga ketersediaan dan kualitas air serta pakan dan pemilihan DOC yang baik. 
 
Prof Ali Agus, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI), memprediksi produksi bahan pangan asal ternak akan semakin meningkat. "Tahun demi tahun produksi susu, daging, telur akan semakin meningkat. Ini adalah era orang-orang di sektor peternakan. Jangan sampai kita, sebagai insan peternakan, ketinggalan di era yang penting ini," ujar Ali Agus. 
 
Teknologi pakan lumrahnya meningkatkan konsumsi pakan, memperbaiki kecernaan dan absorpsi nutrisi, menyeimbangkan nutrisi dan suplemen serta aditif.
 
"Indonesia termasuk negara 'megabiodiversity' yang kaya akan sumber daya alam (SDA), termasuk bahan herbal sebagai pengganti AGP. Mengeksplorasi bahan herbal serta tumbuhan lain, seperti essential oil, merupakan bahan pakan tambahan yang baik untuk pakan ternak," imbuhnya.
 
"Kesimpulan yang dapat diambil bahwa produksi ternak harus dapat menghadapi problematika produktivitas, kamanaan yang keberlanjutan. Pengganti alternatif AGP harus segera dikembangkan, nutrisi ternak dan peneliti pakan harus berprtisipasi aktif dan kreatif untuk menemukan jalan keluar. Serta mengembangkan multifungsional pakan tambahan berdasarkan sumber daya lokal yang berpeluang dan menantang, juga menjanjikan," pungkas Ali Agus. (AF)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday175
mod_vvisit_counterYesterday235
mod_vvisit_counterThis week1372
mod_vvisit_counterThis month4325
mod_vvisit_counterAll1907529