PUBLIC HEARING JUKNIS MEDICATED FEED PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 25 July 2018 15:59
JAKARTA, Senin 16 Juli 2018. Bertempat di Ruang Rapat Utama I Gedung C Lt. 6 Kementerian Pertanian telah diselenggarakan Rapat Kesehatan Hewan dalam rangka sosialisasi (public hearing) Petunjuk Teknis (Juknis) Peraturan tentang Medicated Feed
 
Kegiatan ini melibatkan dua direktorat sekaligus yaitu Direktorat Kesehatan Hewan dan Direktorat Pakan. Acara ini dihadiri oleh jajaran instansi pemerintah lingkup Kementerian Pertanian seperti BBPMSOH, Bblitvet, BPMPT, Kasubdit lingkup Direkrorat Pakan, Kasubdit lingkup Direkrorat Kesehatan Hewan, perwakilan Kepala Dinas Provinsi yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, dll. Sementara itu, perwakilan dari pelaku bisnis dihadiri oleh pengurus GPMT dan anggota, Pengurus ASOHI dan anggota, serta anggota Pinsar mewakili peternak self mixer
 
Latar belakang disusunnya Juknis Medicated Feed ini karena skala peternakan yang beragam di Indonesia menyebabkan kebutuhan pakan yang mengandung antibiotik sebagai terapi beragam pula, hal ini akan berdampak pada jumlah produksi pakan yang mengandung antibiotik, munculnya perbedaan kualitas, masalah limbah sisa pakan, masalah kontaminasi selama produksi dan distribusi. 
 
Permasalahan lain yang muncul adalah tidak semua obat hewan bisa diaplikasikan melalui pakan, terkait dengan masalah inkompatibilitas farmakologik, menentukan waktu terapi melalui pakan. Disamping itu, dalam implementasi undang-undang dan peraturan dalam penggunaan obat hewan masih multi tafsir, terutama penggunaan obat melalui pakan.
 
Ini terjadi karena peraturan yang ada belum ada pedoman yang mengatur cara pembuatan pakan terapi yang baik dan benar serta penggunaan obat hewan dalam pakan untuk terapi. Maka hadirnya Juknis ini dimaksudkan sebagai dasar hukum bagi produsen pakan, peternak, dokter hewan, perusahaan obat hewan, pengawas obat hewan, pengawas mutu pakan dan dinas provinsi dan kabupaten/kota dalam penggunaan obat hewan pada pakan untuk tujuan terapi. Juknis ini bertujuan agar obat hewan yang digunakan disamping berkhasiat dan aman, juga efisien dalam pemberantasan penyakit hewan.
 
Pada pertemuan ini ASOHI diwakili Ketua Umumnya, Drh Irawati Fari, beserta jajarannya Drh Forlin Tinora dan Drh Andi Wijanarko. Dari hasil pertemuan ini disepakati bahwa setiap asosiasi akan memberikan masukkan paling lambat Jumat 20 Juli 2018 setelah public hearing. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday69
mod_vvisit_counterYesterday179
mod_vvisit_counterThis week69
mod_vvisit_counterThis month2192
mod_vvisit_counterAll1934973