KERJASAMA ASOHI DAN AAHA INDONESIA DEMI KEMAJUAN INDUSTRI KESEHATAN HEWAN

JAKARTA, Senin 11 Mei 2026. Bertempat di Kantor Sekretariat ASOHI Jagakarsa, ASOHI dan Asosiasi Kesehatan Hewan Asia wilayah Indonesia (AAHA Indonesia) menggelar pertemuan bilateral. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi yang didampingi Wakil Sub Bidang Registrasi Drh Ika Vina Rosevita. Sementara itu dari AAHA Indonesia dihadiri oleh perwakilan sejumlah perusahaan industri kesehatan hewan terkemuka, seperti Boehringer Ingelheim (Mendy Praharasty, Srimita Sembiring), Ceva (Krisnia Virgihani), Elanco (Galuh Prameswari), MSD Intervet (Khalida Noor), Phibro (Gendis Aurum Paradisa), dan Zoetis (Ulrich E Ginting, Hosiana Sanviani).

Dalam pertemuan tersebut, AAHA menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan hewan nasional. Salah satu kontribusi nyata yang selama ini telah berjalan adalah penyediaan berbagai vaksin krusial, termasuk vaksin Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta rabies. Di samping itu, kedua belah pihak turut menyoroti beberapa tantangan administratif yang dihadapi industri saat ini, khususnya terkait kendala uji lapang pada proses pendaftaran obat hewan serta antrean pengujian kualitas di Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH).

Di sisi lain, ASOHI membagikan sejumlah fokus strategis dan isu terkini yang tengah dikembangkan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

Digitalisasi IOHI: Adanya wacana untuk mendigitalisasi Indeks Obat Hewan Indonesia (IOHI) agar dapat diakses oleh masyarakat luas melalui situs web resmi. Evolusi Pelatihan PJTOH: Rencana diferensiasi pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) yang akan disesuaikan secara spesifik berdasarkan bidang usaha, baik untuk importir maupun distributor. Relaksasi Regulasi Obat Hewan Kesayangan: Kebijakan pelonggaran aturan dari pemerintah demi menjamin kesinambungan pasokan obat bagi klinik hewan dan praktisi satwa liar melalui jalur non-kesehatan manusia yang tepat. Peluang Kerja Apoteker: Sektor apotek veteriner kini dibidik menjadi peluang karier baru yang menjanjikan bagi para lulusan farmasi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000 lulusan per tahun.

Sebagai langkah konkret ke depan, AAHA Indonesia dan ASOHI sepakat untuk mengadakan pertemuan berkala secara rutin. Agenda rutin ini diharapkan dapat menyelaraskan prioritas kerja, menjadi wadah pertukaran informasi terkini, sekaligus memperkokoh kolaborasi dalam memajukan industri kesehatan hewan di Indonesia. (WK)

Scroll to Top