BALI, Selasa 21 April 2026. Di tengah tantangan global berupa kenaikan biaya produksi dan perubahan preferensi konsumen, ADM Animal Nutrition sukses menyelenggarakan ADM Swine Forum 2026 pada 21 April di Hyatt Regency Sanur, Bali. Forum strategis ini mempertemukan para pemimpin industri, ahli nutrisi, akademisi, serta peternak untuk berbagi inovasi dan solusi praktis demi meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan industri babi nasional.
Country General Manager/Director ADM Animal Nutrition Indonesia, Wully Wahyuni, menegaskan komitmen ADM dalam menghadirkan solusi terintegrasi berbasis sains dan teknologi baru yang diharapkan dapat segera diadopsi di Indonesia. Industri babi domestik dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar jika para pelaku bersedia beradaptasi dengan sistem yang lebih baik. Terlebih, Prof. Budi Tangendjaja selaku moderator sempat menyoroti bahwa produktivitas industri babi di Indonesia saat ini masih tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Dalam sesi presentasi, para pakar ADM menjabarkan sejumlah strategi komprehensif untuk menavigasi tantangan industri. Global Swine Director ADM, Fabio Catunda, memperkenalkan pergeseran ke pendekatan precision livestock berbasis teknologi sensor dan kamera real-time. Ia juga memaparkan konsep pengolahan kotoran babi menjadi biomethane sebagai sumber pendapatan baru peternakan.
Sementara itu pakar nutrisi babi, Dr. Pedro Urriola, merekomendasikan penggunaan sistem net energy dan formulasi asam amino presisi untuk menekan biaya pakan di wilayah tropis. Ia juga menekankan peran strategis aplikasi zinc fungsional pada induk bunting demi meningkatkan daya tahan serta keseragaman anak babi.
Lebih lanjut, Technical Manager Swine Asia ADM, Ermin Magtagnob, menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik untuk mengatasi penurunan konsumsi pakan akibat heat stress. Selain itu, ia bersama Fabio mengingatkan pentingnya protokol biosekuriti ketat di seluruh rantai pasok demi menangkal ancaman penyakit seperti African Swine Fever (ASF). (WK)

