ASOHI JADI NARASUMBER BIMTEK PENERAPAN GOOD BREEDING PRACTICES

LOMBOK TENGAH, 14-15 Oktober 2026. Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) turut berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan kapasitas peternak dan pembibit ayam kampung di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui undangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB University), ASOHI dipercaya menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Penguatan Rantai Nilai Ayam Kampung Unggul melalui Penerapan Good Breeding Practices (GBP) untuk Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Peternak di NTB.”

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja Sama Kemitraan Kompetitif Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian Kementan RI ini diselenggarakan di Dusun Ular Naga, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB.

Dalam Bimtek tersebut, ASOHI diwakili oleh Ketua ASOHI Daerah Bali, Drh I Made Dwi Wicaksana, yang menyampaikan paparan bertajuk “Pengenalan Jenis Penyakit pada Ayam Kampung (Bibit).”

Dalam presentasinya, ia mengupas secara mendalam langkah-langkah strategis untuk menjaga kesehatan dan kualitas bibit ayam kampung, yang meliputi diagnosis dan penanganan awal mendeteksi gejala penyakit serta langkah awal penanganannya secara tepat; penerapan tata kelola yang baik pada fase brooding serta penyediaan pakan dan air minum yang berkualitas; penerapan biosekuriti ketat sebagai penunjang utama kesehatan ternak, pengolahan litter (alas kandang) dan feses, hingga pengaturan suhu serta kelembapan kandang yang optimal, serta pentingnya pencatatan kasus penyakit maupun tingkat kematian ayam guna evaluasi pemeliharaan secara berkelanjutan.

Acara Bimtek ini turut dihadiri jajaran civitas akademika IPB University, perwakilan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB, serta Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, serta para peternak.

Melalui partisipasi ASOHI dalam Bimtek ICARE ini, diharapkan para peternak lokal di NTB mendapatkan edukasi praktis dan pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penyakit serta pengelolaan manajemen kesehatan ternak, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing peternakan ayam kampung unggul di daerah tersebut. (RBS)

Scroll to Top