JAKARTA, Kamis 11 Desember 2025. Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar kegiatan The White Paper Launch 2025: Global Transition Towards Acceptable Business Models – Cage-Free Eggs di Hotel Ashley Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas transisi global menuju sistem produksi telur ayam tanpa kandang baterai (cage-free).
Acara yang berlangsung sepanjang hari tersebut dihadiri perwakilan pemerintah, akademisi, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, serta asosiasi terkait dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Pada kesempatan ini Pengurus ASOHI Pusat diwakili oleh Drh Shinta Binol Wakil Ketua Bidang Antar Lembaga Bidang AMR. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, penampilan seni tradisional, serta sambutan dari perwakilan Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal sebagai bagian dari koalisi AFFA.
Dalam sesi utama, AFFA dan Sinergia Animal memaparkan laporan White Paper bertajuk “Cage-Free Eggs: Global Transition to Acceptable Business Models” yang berisi kajian ilmiah dan strategi transisi sistem produksi telur berbasis kesejahteraan hewan. Paparan tersebut menyoroti tantangan, peluang, serta dampak ekonomi dari penerapan sistem cage-free di berbagai negara.
Sejumlah narasumber turut menyampaikan pandangan, di antaranya konsultan Kementerian Pertanian RI, akademisi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, serta perwakilan sektor swasta dan internasional. Topik yang dibahas meliputi kesejahteraan hewan sebagai bagian dari sistem pangan global, sertifikasi dan traceability, tantangan ekonomi produksi telur cage-free, hingga pengalaman pelaku usaha dalam melakukan transisi.
Melalui kegiatan ini, AFFA berharap dapat mendorong diskusi berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kebijakan dan praktik produksi telur yang lebih berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan hewan. Acara ditutup dengan sesi diskusi bersama dan perumusan tantangan serta kebutuhan kolaborasi para pemangku kepentingan ke depan. (WK)

