ASOHI DAN MIPI JAJAKI KOLABORASI STRATEGIS PERKUAT INDUSTRI PERUNGGASAN NASIONAL

JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026. Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) menggelar pertemuan untuk membahas peluang kolaborasi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan industri peternakan dan perunggasan nasional. Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pelaku industri obat hewan dan komunitas ilmuwan perunggasan di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, MIPI memperkenalkan organisasi beserta sejarah dan perannya di sektor perunggasan nasional. MIPI atau Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia merupakan organisasi yang berafiliasi dengan World’s Poultry Science Association (WPSA) yang berpusat di Belanda. Organisasi ini menjadi wadah bagi ilmuwan, akademisi, praktisi industri, birokrat, hingga mahasiswa yang memiliki perhatian dan keahlian di bidang perunggasan.

Keanggotaan MIPI terdiri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi dan peneliti dari perguruan tinggi serta lembaga riset seperti BRIN, praktisi dan profesional industri pakan, pembibitan, dan obat hewan, peternak mandiri maupun kemitraan, mahasiswa rumpun peternakan dan kedokteran hewan, hingga anggota internasional melalui jejaring WPSA.

ASOHI dan MIPI sepakat untuk membuka peluang kerja sama yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, peningkatan keamanan pangan, serta kontribusi sektor perunggasan terhadap isu kesehatan nasional. Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) melalui sistem Smart Farming di kandang unggas Indonesia pada tahun 2026. Teknologi seperti AI Poulta atau Folta diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, pemantauan kesehatan ternak, serta manajemen kandang secara presisi.

Selain itu, kedua organisasi juga membahas penguatan aliansi internasional melalui WPSA. Sebagai bagian integral dari WPSA, MIPI memiliki akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perunggasan global, yang dapat disinergikan dengan peran ASOHI dalam mendukung industri obat hewan nasional.

Sinergi dengan pendekatan One Health menjadi salah satu fokus utama kerja sama. MIPI berperan dalam mendorong proses budidaya unggas yang higienis dan berkelanjutan, sementara ASOHI memastikan penggunaan obat hewan yang bertanggung jawab sehingga residu pada produk ternak berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah. Kolaborasi ini bertujuan menjamin keamanan pangan asal unggas bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menyoroti potensi peran sektor perunggasan dalam pencegahan stunting. ASOHI dan MIPI menunjukkan ketertarikan untuk mendukung studi intervensi bertajuk “Satu Hari Satu Telur”, melalui penelitian lapangan yang mengukur dampak jangka panjang konsumsi telur terhadap pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan kognitif anak. Inisiatif ini dinilai selaras dengan kebijakan nasional penurunan stunting pada tahun 2026.

Selain itu, ASOHI dan MIPI menjajaki serta mendorong penelitian bersama terkait penggunaan bahan alami atau fitobiotik (herbal) sebagai alternatif atau pelengkap obat-obatan kimia di sektor perunggasan. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung praktik budidaya yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Melalui pertemuan ini, ASOHI dan MIPI menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat industri perunggasan nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. (WK)

Scroll to Top