JAKARTA, 17-18 Mei 2024. Dalam rangka upaya mendorong peningkatan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan beserta turunannya maka dilaksanakan pertemuan evaluasi ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan dihadiri oleh Internal Direktorat Jenderal PKH dan para pelaku usaha ekspor Indonesia.
Pertemuan dilaksanakan bertujuan meningkatkan kinerja ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan, penguatan daya saing dan strategi peningkatan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan, dengan memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang telah kita hadapi bersama-sama dalam 3-4 tahun terakhir ini sejak program peningkatan ekspor dicanangkan untuk meningkatkan devisa negara.
Pertemuan digelar oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang bertempat di Goodrich Suites Jakarta, Jl. Pangeran Antasari No. 60 Cipete Utara, Jakarta Selatan. Agenda pertemuan membahas evaluasi ekspor dan pembahasan draft roadmap ekspor peternakan 2025-2029. Pada kesempatan ini Pengurus ASOHI Pusat diwakili oleh Anggota Sub Bidang Eksportir Firnadia Isnintyas, S.Ak.
Menurut Tri Melasari Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, “Program peningkatan ekspor sub sektor peternakan ini belum dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Pandemi Covid-19, biaya logistik ekspor tinggi, penyakit hewan, sistem penjaminan kesehatan hewan seperti kompartemen bebas AI, proses penyelesaian G to G, tuntutan adanya trade off dan persaingan harga dengan negara kompetitor menjadi beberapa hambatan dalam peningkatan ekspor.”
“Namun demikian kita juga berhasil membuka akses pasar baru seperti Singapura, Brunei, UEA dan Jepang. Secara konsisten volume dan nilai ekspor kita terus naik setiap tahunnya dan nilai impor terus menurun, hal ini menjadi salah satu indikator peningkatan daya saing produk peternakan dan kesehatan hewan Indonesia di Pasar Internasional,” lanjut Tri Melasari.
Badan Pusat Statistik mencatat pencapaian volume ekspor komoditas subsektor peternakan sepanjang tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 10% serta nilai ekspor meningkat 5,25% dibandingkan tahun 2022
Untuk tahun 2024 sampai dengan Bulan Maret Tahun 2024 (angka sementara), capaian ekspor peternakan sudah mencapai 352,8 juta USD atau setara dengan Rp. 5,469 triliun dengan volume 119.319 Ton. Capaian ini jika dibandingakan secara YoY periode Januari-Maret 2023, volume dan nilai ekspor mengalami peningkatan masing-masing 5,29% dan 4,67%. (WK)

