BOGOR, Rabu 20 Oktober 2026. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kementerian Pertanian menginisiasi kegiatan Kampanye Edukasi Rabies Inklusif yang diselenggarakan di SLB-C Tunas Kasih 2 Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan bentuk pengembangan pendekatan edukasi rabies yang adaptif terhadap karakteristik serta kebutuhan belajar peserta didik penyandang disabilitas.
Program ini sekaligus menjadi wujud kesinambungan dan tindak lanjut dari pengalaman sukses pelaksanaan edukasi rabies serupa di SLB-B Tunas Kasih 2 Kota Bogor pada 2025 lalu, yang juga mendapatkan dukungan penuh dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).
Ketua Umum ASOHI, Drh Akhmad Harris Priyadi, turut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. Kehadiran ASOHI dalam kegiatan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies secara inklusif.
Acara dikemas secara menarik dan ramah anak dengan berbagai agenda interaktif, salah satunya edukasi dan simulasi (role play) dengan mengajak para siswa mengikuti sesi pengecekan pemahaman awal, pemutaran video edukasi, kuis interaktif, pemutaran lagu rabies, hingga peragaan role play metode “Jauhi-Cuci-Lapor” yang dipandu langsung bersama tim SLB-C Tunas Kasih 2 dan BBPMSOH.
Melalui kampanye edukasi inklusif ini, diharapkan kesadaran mengenai bahaya dan pencegahan rabies dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, serta memperkuat sinergi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari rabies. (RBS)

