BRIGHT INTERNATIONAL DAN PERSTORP ANGKAT TEMA EFISIENSI COST NUTRISI UNGGAS

SURABAYA, Rabu 4 Juni 2025. Dalam menghadapi tantangan industri perunggasan yang semakin kompleks, melakukan efisiensi biaya produksi sembari tetap memperhatikan keberlanjutan adalah dua hal yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi fokus utama dalam seminar yang diselenggarakan oleh PT Bright International dan Perstorp Group di Surabaya.

Seminar yang bertemakan “Innovative Strategies for Cost Efficiency and Sustainability in Modern Poultry Nutrition” menghadirkan narasumber terkemuka seperti Prof. Sonia Liu dari University of Sydney, Prof. Anuraga Jayanegara dari IPB University, dan Dr. Alex Wu dari Perstorp Group Singapura.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh President PT Bright International, Riza Haerudin, yang menyoroti tentang kondisi industri saat ini. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, harga live bird yang kurang stabil di tengah fluktuasi suplai dan harga bahan baku memaksa pelaku usaha untuk mencari strategi efisiensi yang lebih baik.
“Kita dituntut untuk memikirkan strategi yang jauh lebih matang agar bisa bertahan dan tetap tumbuh. Efisiensi saat ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Kita harus terus berpikir ulang soal cara produksi, rantai pasok, dan formulasi pakan,” ujarnya.

Dari sudut pandang akademis, Prof. Sonia Liu, Associate Professor in Poultry Nutrition di The University of Sydney memaparkan hasil risetnya selama lebih dari satu dekade terkait low protein diet pada broiler. Meski tidak secara langsung meningkatkan performa, metode ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor seperti bungkil kedelai, yang memiliki harga cukup tinggi.

Ia menekankan bahwa diet rendah protein bisa berhasil tanpa mengorbankan produktivitas, selama asam amino esensial tetap terpenuhi. Dimana menurutnya, yang terpenting adalah menjaga sinkronisasi antara energi dan protein dalam sistem pencernaan.

Sementara itu, Prof. Anuraga Jayanegara, seorang Profesor di bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University, menyoroti potensi bahan pakan lokal dalam mendorong kemandirian industri. Ia mengingatkan bahwa formulasi rendah protein memerlukan perhatian khusus pada keseimbangan asam amino dan peran mikrobiota usus.

Lebih lanjut, Prof. Anuraga mengatakan banyak bahan lokal seperti dedak dan jagung yang dapat dimanfaatkan dengan optimal, asal diformulasikan dengan tepat guna. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang—antara nutrisionis, dokter hewan, dan pelaku industri—untuk menciptakan sistem produksi unggas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Disamping itu, seminar ini dilaksanakan dalam rangka launching Gastrivix™ Avi, suplemen pakan unggas inovatif dari Perstorp yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan kinerja pertumbuhan ayam broiler. Sebagai pengantar, Lanny Sutedjo selaku Regional Sales Manager Perstorp Group menjelaskan secara singkat profil perusahaan dan perannya dalam industri peternakan.

“Perstorp ini sudah lebih dari 140 tahun, dimulai di tahun 1881 di kota kecil di Sweden. Kita punya Perstorp Animal Nutrition, salah satu divisi dalam Perstorp Group yang memproduksi organic acid seperti formic, butyric, propionic, dan valeric acid. Dari keempat bahan ini, kita mengembangkan produk untuk feed acidification, preservation, dan gut health,” tuturnya. (PI)

Scroll to Top