JAKARTA, Kamis 8 Mei 2025. Industri peternakan, logistik pangan, dan agrikultur Indonesia memulai momentum baru dengan diluncurkannya Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) 2025, yang diinisiasi oleh Debindo Global Expo pada 8 Mei di The Westin, Jakarta. Acara ini menjadi tonggak awal menuju pameran nasional yang berfokus pada ketahanan pangan, teknologi agribisnis, serta penguatan ekosistem logistik pangan di Indonesia.
Dengan mengusung tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, NLP Expo 2025 berkomitmen membangun platform kolaboratif untuk memperkuat sektor peternakan dan perunggasan sebagai bagian integral dari sistem pangan nasional. Acara launching dihadiri sejumlah stakeholder terkait seperti Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, Agung Suganda, Ketua FMPI (Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia), Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Utomo, Arief Prasetyo Adi Kepala Badan Pangan Nasional, Iskandar Z. Siregar, IPU, ASEAN Eng Wakil Rektor IPB University, dan lainnya. Acara ini dihadiri lebih dari 300 orang yang terdiri dari para pemangku kepentingan utama dalam industri, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan asosiasi peternakan.
Rafidi Iqra Muhammad (Direktur PT. Debindo Global Expo) pada peluncuran NLP, menyampaikan ungkapan terimakasih atas dukungan yang disampaikan para stakeholder dalam peluncuran pameran NLP Expo 2025 dan Indogritech Expo 2025. “Saya berharap dengan pameran ini dapat mendukung program swasembada pangan yang diusung pemerintah, dan mampu mendorong pembentukan lumbung pangan yang tangguh untuk Indonesia,” ungkap Rafidi.
Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) 2025, akan berlangsung pada 6-9 November 2025 di Hall 10, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, diproyeksikan menjadi salah satu pameran terbesar dalam sektor peternakan dan agrikultur di Indonesia. Mengusung konsep terpadu bersama Indogritech, pameran ini akan menempati area seluas 5.000 meter persegi dan menampilkan lebih dari 100 brand, yang mencakup perusahaan nasional maupun multinasional. Berdasarkan luas area dan standar konfigurasi booth pameran, acara ini diperkirakan akan menghadirkan sekitar 150 hingga 200 booth, mencakup berbagai sektor mulai dari teknologi pertanian, logistik pangan, distribusi produk unggas, hingga inovasi digital untuk peternakan modern. (TRL)

