TANGERANG, Rabu 14 Mei 2025. Koksidiosis merupakan salah satu penyakit pada unggas yang masih kerap terjadi di lapangan. Selain aplikasi biosekuriti yang menyeluruh, pemilihan anti-koksidia yang tepat juga patut diperhitungkan agar dapat mengendalikannya. Koksidiosis bukan hanya penyakit unggas yang mengancam Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Prof Thaweesak Songserm dari Kasetsart University Thailand, dalam seminar yang digelar Huvepharma di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Rabu (14/5).
Lebih lanjut, mengendalikan kasus koksidiosis adalah suatu keniscayaan, hal tersebut disampaikan Technical Manager Huvepharma Thailand, Dr Leandro Ferreira. Dari berbagai data yang ia dapatkan, koksidiosis masih menjadi ancaman klasik yang kerap terjadi di peternakan ayam pedaging maupun petelur. Ia juga mengutip data yang menyatakan bahwa kerugian akibat koksidiosis di Indonesia mencapai USD 450 juta.
“Koksidiosis berpengaruh pada penurunan FCR, masuknya agen patogen lain, hingga kematian, hal ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi karena amat merugikan,” paparnya.
Global Marketing Director Poultry Health Huvepharma, Ben Dahaeck, menyampaikan presentasi mengenai produk inovatif mereka, yakni Monimax. Produk ini merupakan sediaan anti-koksidia dengan dua bahan aktif monensin dan nicarbazin. Menariknya kedua kombinasi bahan aktif tersebut diproses dengan teknologi mikrogranulasi sehingga berbeda dengan produk lain di pasaran.
“Kedua kombinasi bahan aktif ini stabil akibat proses mikrogranulasi, dosisnya akan selalu tepat konsisten, memberikan efek terapeutik, aman bagi unggas, serta sangat cocok bagi industri perunggasan di Indonesia dan seluruh dunia. Monimax telah terbukti dan teruji di seluruh dunia dapat memperbaiki nilai konversi pakan, meningkatkan performa, serta menjaga integritas dan kesehatan saluran pencernaan pada ayam starter, grower, pullet, finisher, layer, bahkan kalkun. Ini adalah produk yang sangat stabil dan versatile,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula Regional Sales Manager Huvepharma Asia Pasific, Stephane Bordier, yang mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia katakan, kehadiran Huvepharma di Indonesia bertujuan untuk membantu pelanggan dengan berbagai solusi yang mereka miliki. Produk Huvepharma merupakan produk yang berkualitas dan telah tersetifikasi oleh lembaga terkemuka seperti USDA dan FDA.
Country Manager Huvepharma Indonesia, Rochmiyati Setiarsih, atau akrab disapa Yatie, berharap acara ini dapat membantu praktisi perunggasan maupun perusahaan pakan dalam update knowledge dan informasi tentang pengendalian koksidiosis. (CR)

