LIVE STREAMING MEDION BAHAS KUNCI KESERAGAMAN PADA PULLET PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Monday, 25 April 2022 16:03
BANDUNG, Selasa 29 Maret 2022. Pullet-atau ayam layer siap bertelur dipelihara mulai dari umur 0-16 minggu. Berdasarkan kebutuhan nutrisinya, pullet terbagi atas 2 fase, yakni fase starter pada umur 0-5 minggu dan fase grower pada 6-16 minggu.
 
Fase starter sering disebut dengan fase brooding, dimana pullet masih membutuhkan panas untuk membantu pertumbuhannya. Pada fase ini mayoritas semua organ-organ penting seperti organ pernapasan, pencernaan, maupun kekebalan akan tumbuh dengan pesat. Sedangkan pada fase grower atau fase pertumbuhan, merupakan fase yang tidak kalah penting. Pasalnya, kualitas ayam pada akhir fase ini akan sangat menentukan keberhasilan pada fase produksi yang akan datang.
 
Hal-hal tersebut disampaikan oleh Cholil, Direct Assistant Manager PT Medion melalui acara live streaming Medion. Ia juga mengatakan bahwa proses pemeliharaan pullet dapat mempengaruhi kualitas maupun kuantitas dalam pencapaian produksi.
 
“Beberapa kali saya di lapangan, banyak peternak yang mengeluhkan terkait dengan pencapaian produksi yang tidak maksimal meskipun sudah dilakukan berbagai macam upaya untuk mempebaiki pada fase produksi. Namun pencapaian standar produksi tidak seperti yang diharapkan sesuai dengan standar produksi dari masing-masing strain ayam. Bisa jadi, karena memang kita kurang perhatian terhadap faktor keseragaman pada fase pullet ini,” jelasnya.
 
“Kalau dilihat berdasarkan polanya, pada umur 18 minggu produksi telur biasanya mulai dari 3 – 5 %, kemudian di umur 20 – 21 minggu produksi harus sudah di atas 50 %. Selanjutnya, di umur 23 – 24 minggu harusnya sudah bisa mencapai puncak produksi. Setelah mencapai puncak produksi, polanya perlahan akan turun. Pola seperti ini hampir sama di berbagai macam strain, dan salah satu kuncinya ada pada keseragaman. Jika  keseragaman kurang bagus, tentunya pola seperti ini akan sulit kita dapatkan,” paparnya.
 
Pemberian ransum yang berkualitas pada pullet akan berpengaruh terhadap keseragaman. Kebutuhan ransum untuk fase starter dan grower tentunya berbeda, seperti misalnya jika pullet pada fase grower diberikan pakan starter maka akan menyebabkan kegemukan.
 
“Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah pemberian grit kalsium. Penambahan grit berfungsi sebagai pembentukkan saluran pencernaan. Pada pemberiannya, ukuran partikel dan komposisinya harus disesuaikan dengan fase pemeliharaan,” tambahnya.
 
Kemudian ransum yang diberikan memiliki warna menarik, tidak berubah, tidak berjamur, dan disukai oleh ayam. Ayam juga cenderung lebih memilih makan yang ukurannya sama atau lebih kecil dari ukuran paruhnya, sehingga memberikan pakan harus disesuaikan usia ayam.
 
“Feed intake harus dipantau agar sesuai dengan standar yang ditargetkan, sehingga nantinya berdampak pada produktivitas ayam yang optimal,” kata Cholil. (TR)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1645
mod_vvisit_counterYesterday2150
mod_vvisit_counterThis week7858
mod_vvisit_counterThis month42280
mod_vvisit_counterAll3958062