USSEC GELAR WEBINAR OPTIMALISASI PAKAN UNTUK TINGKATKAN PRODUKSI BROILER PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Friday, 03 June 2022 11:02
JAKARTA, Kamis 12 Mei 2022. Berbagai materi seputar broiler tersaji dalam acara Broiler Nutrition  Feed Technology Conference. Acara yang diselenggarakan secara hibrid di Jakarta oleh U.S. Soy Export Council (USSEC) ini, berhasil mendatangkan para pakar broiler dari berbagai belahan negara. pada pelaksanaan hari kedua, Kamis (12/5) terdapat 6 materi yang tersaji di dalam 2 sesi waktu.
 
Dr. Wilmer Pacheco, Auburn Univesity, USA menjelaskan dalam materi nya yang berjudul “Hygiene in Feed Production”, Wilmer banyak menyinggung terkait bahaya Salmonella dan mikroba patogen lain dalam pakan. Menurutnya, Salmonella adalah bakteri patogen nomer satu penyebab terjadinya kematian bagi unggas. Kebanyakan jenis Salmonella yang terdapat dalam pakan unggas adalah Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum atau Salmonella enteritidis. Selain itu, kontaminasi lain juga dapat berasal dari Clostridium sp, E-coli, Campylobacter dan Mycotoxins.
 
“Kebersihan produksi pakan untuk mengontrol mikroba sangatlah diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara design feedmill yang baik, kontrol kualitas bahan pakan, kontrol burung hewan pengerat dan hama lain, kontrol kepadatan, sanitasi peralatan serta penyimpanan yang baik,” tegas Wilmer.
 
Sementara itu, Dr. Ruben Kriseldi, Aviagen, USA dalam kesempatan yang sama membawakan materi tentang pengaruh interaksi asam amino bercabang terhadap performa produksi broiler. Menurutnya asam amino bercabang mempunyai peran penting dalam sintesis protein tubuh, pertumbuhan bulu dan tulang, transportasi glukosa serta metabolisme lemak. Dari beberapa penelitian, asam amino bercabang dalam rasio terhadap lisin menghasilkan data yang cukup bervariasi.
 
Pada kesempatan yang sama, Iani Adrian Chihaia, President RO Feed Association banyak menyampaikan terkait cara penyusunan ransum unggas yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dirinya menjelaskan bahwa terdapat 3 hal yang harus dipertimbangkan dalam proses ransum unggas, yaitu least coast (biaya terendah), formula pakan dan pengaruh terhadap lingkungan. Untuk mendapatkan biaya terendah dalam penyusunan ransum unggas, dapat digunakan linear programming yang melibatkan kebutuhan nutrien ayam, demi mencapai performa produksi yang tinggi dan menguntungkan secara ekonomi.
 
Lebih lanjut, Richard Lim, Senior Techinical Manager, Animal Nutrition, PT Evonik Indonesia membawakan materi seputar upaya meningkatkan dan menjaga kesehatan saluran cerna ayam di masa pelarangan penggunaan AGP. Menurutnya, penyakit pada saluran cerna biasa disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah mikroba baik dan jahat dalam usus. Tantangan kian terasa kala adanya pelarangan penggunaan AGP di perunggasan. (WK)
 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3773
mod_vvisit_counterYesterday4886
mod_vvisit_counterThis week25169
mod_vvisit_counterThis month55820
mod_vvisit_counterAll4221879