KETUA ASOHI KALTIM HADIRI RAKOR KESIAPSIAGAAN DAN PENANGGULANGAN PMK PDF Print E-mail
Written by sekretariat   
Wednesday, 27 July 2022 14:50
SAMARINDA, Rabu 13 Juli 2022. Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia telah menyerang 22 Provinsi. Khusus di Pulau Kalimantan 3 Provinsi telah terjangkit PMK yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Meskipun Kalimantan Timur sampai saat ini masih berstatus bebas PMK, tidak membuat lengah semua pihak untuk tetap mewaspadai masuknya wabah ini. 
 
Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, melaksanakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kesiapsiagaan dan Penanggulangan PMK bertempat di Aula Brahman Cross Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim. 
 
Rapat diselenggarakan secara offline dipimpin secara langsung oleh Kepala DPKH Kaltim Munawwar, ST. MSi. dengan dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Kaltim, Kodim Balikpapan, Korem Aji Suryanatakesuma, BPBD Provinsi Kaltim, Satpol PP Provinsi Kaltim, Diskominfo Kaltim, Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda serta Ketua ASOHI Daerah Kalimantan Timur Drh. Andhika Fajar Nugraha.
 
Adapun rapat koordinasi tersebut membahas mengenai upaya pencegahan PMK dan rencana aksi dari Gugus Tugas serta koordinasi mengenai lalu lintas hewan rentan PMK di Kalimantan Timur yang mengacu pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Nomor 3 Tahun 2022 Tanggal 3 Juli 2022 Tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Kewilayahan serta Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Nomor 3 Tahun 2022 Tanggal 9 Juli 2022 Tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Kewilayahan.
 
“Karantina, edaran, imbauan dan surat dari Kementerian sudah kita pelajari dan lakukan. Kita ingin dengan adanya gugus tugas ini mempersiapkan segalanya. Jadi kita persiapkan siapa berbuat apa meskipun PMK belum ada di Kaltim, kalau bisa jangan sampai ada,” jelasnya Kepala DPKH Kaltim Munawwar.
 
“Tak kalah pentingnya yakni edukasi informasi ke semua lini masyarakat agar tidak ada disinformasi terhadap PMK ini. Peningkatan biosecurity juga harus dilakukan. Kita berharap ada satgas PMK terbentuk di Kab/Kota hingga kelurahan. Per hari ini sudah 22 Provinsi yang tertular PMK. Sekitar 29 ribu dosis vaksin impor dari luar dan itu disebarkan ke daerah wabah. Padahal yang kita inginkan bisa disebarkan juga ke daerah non wabah agar bisa mengantisipasi. Lalu lintas hewan ternak penting diperketat pengawasannya,” tegasnya. (WK)

 

Ruang Iklan

Kurs IDR

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Sentra Download ASOHI

Calculator

more...

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2585
mod_vvisit_counterYesterday4569
mod_vvisit_counterThis week23019
mod_vvisit_counterThis month86535
mod_vvisit_counterAll4378054