SURABAYA, Selasa 20 Mei 2025. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, menjalin kolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) dalam memperkuat ketahanan kesehatan hewan nasional lewat pengembangan dan hilirisasi vaksin hewan menular strategis.
Kerja sama ini ditandai dengan penyerahan bibit vaksin untuk penyakit African Swine Fever (ASF) dan penyakit mulut dan kuku (PMK) oleh Rektor Unair, Mohammad Nasih, dalam gelaran Health Innovation, Technology, and Community Development Exhibition (HITEX) 2025, di Kampus C Unair, Surabaya.
Penyerahan dilakukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yang diwakili Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Sunitiyoso, sebelum secara resmi diserahkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Imron Suandy, menerima secara langsung dan meneruskan seed vaksin kepada dua produsen nasional yakni Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) untuk ASF dan PT Caprifarmindo, perusahaan vaksin swasta untuk vaksin PMK.
“Serah terima ini menegaskan komitmen lintas kementerian dalam memperkuat kemandirian produksi vaksin hewan di Indonesia,” ujar Imron. Ia menekankan, kolaborasi antara Kementan, Kemdiktisaintek, dan Unair akan mempercepat penyediaan vaksin berkualitas untuk mengendalikan penyakit hewan menular strategis.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda besar Kementan untuk memperkuat layanan kesehatan hewan berbasis inovasi lokal, mengingat Indonesia masih dihadapkan pada ancaman penyakit seperti ASF dan PMK yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi ternak nasional.
Rektor Unair, Mohammad Nasih, menyatakan bahwa kontribusi kampus melalui riset dan pengembangan tidak berhenti di laboratorium. “Kami ingin hasil riset bisa langsung dimanfaatkan oleh mitra strategis dan diterapkan di lapangan secara luas,” ujar Nasih.
Menurutnya, ini adalah bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang berkontribusi langsung terhadap isu nasional seperti ketahanan pangan dan kesehatan hewan.
HITEX 2025 menjadi ruang temu antara peneliti, pemerintah, dan industri untuk mempercepat hilirisasi inovasi riset, termasuk subsektor peternakan. Bagi pemerintah, kerja sama semacam ini adalah jalan menuju kemandirian vaksin nasional, tanpa harus bergantung impor, demi memastikan keberlanjutan industri peternakan Tanah Air. (INF)

