MIPI-WPSA INDONESIA DORONG KETANGGUHAN INDUSTRI PERUNGGASAN

TANGERANG, Rabu 6 Mei 2026. Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) bersama World’s Poultry Science Association (WPSA – Indonesia) menggelar Seminar Nasional dalam rangkaian event AGRIMAT-AGRILIVESTOCK ASIA 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Mengusung tema “Poultry Resilience: From Precision Nutrition to Perfect Cold Chain for Sustainable Production” atau “Ketangguhan Industri Perunggasan: dari Nutrisi Presisi hingga Rantai Dingin yang Optimal untuk Produksi yang Berkelanjutan”, seminar menghadirkan akademisi, peneliti, serta pelaku industri untuk membahas strategi penguatan sektor perunggasan nasional di tengah tantangan global. Hadir dalam kesempatan ini memenuhi undangan Ketua Umum ASOHI Drh A. Harris Priyadi.

President MIPI-WPSA Indonesia Dr Maria Ulfah, SPt MSc Agr, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan industri perunggasan berkelanjutan di Indonesia.

Pada sesi pertama, Dr Wendry Setiyadi Putranto, S.Pt, M.Si Dosen Universitas Padjajaran menyampaikan materi bertajuk “Cold Chain in Indonesia: Current Status and Future Direction”. Dalam paparannya, ia menyoroti kondisi terkini sistem rantai dingin di Indonesia, termasuk tantangan distribusi dan infrastruktur logistik pangan. Menurutnya, penguatan teknologi rantai dingin menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk unggas sekaligus mendukung produksi pangan yang efisien dan berkelanjutan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Danung Nur Adli, SPt MSc MPt Dosen Universitas Brawijaya sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal MIPI-WPSA Indonesia. Ia memperkenalkan inovasi “Layanan Teknologi Real-Time untuk Ayam (LENTERA) Terintegrasi Drone untuk Meningkatkan Performans Ayam Pedaging”. Teknologi tersebut memanfaatkan pemantauan berbasis drone dan sistem digital real-time untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan produktivitas ayam pedaging.

Sementara itu, Dr. Ir. Cecep Hidayat,S.Pt, M.Si, IPM, ASEAN. Eng Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Peternakan (BRIN) serta Sekretaris Jenderal MIPI-WPSA Indonesia, menyampaikan materi mengenai “Nutrisi Unggas Presisi untuk Produksi Unggas Berkelanjutan”. Ia menekankan pentingnya pendekatan nutrisi presisi dalam meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan ternak, serta mengurangi dampak lingkungan dari industri perunggasan.

Pada sesi industri, Ketua (GPPU) Ir Achmad Dawami, membahas tema “Strategi Industri Pembibitan dalam Mendukung Ketahanan dan Daya Saing Perunggasan Indonesia”. Ia menyoroti pentingnya penguatan sektor pembibitan nasional guna menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan daya saing industri unggas Indonesia di pasar global.

Seminar nasional ini menjadi momentum penting bagi dunia perunggasan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan produksi pangan ke depan. Berbagai inovasi yang dipaparkan diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menciptakan industri perunggasan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. (WK)

Scroll to Top