JAKARTA, Selasa 13 Mei 2026. Pemerintah memastikan masyarakat dapat menjalankan Idul Adha 1447 Hijriah dengan aman, nyaman, dan tenang. Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah memperkuat pengawasan hewan kurban secara nasional untuk memastikan stok aman, hewan sehat, dan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan pemerintah terus memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman, termasuk dalam konsumsi pangan asal hewan selama Idul Adha. “Pemerintah memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan aman dan tenang,” ujar Qodari di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah.
Ia menegaskan pengawasan kesehatan hewan dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan pangan. “Hewan kurban terus diawasi agar daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan pangan,” katanya.
Menurut Qodari, penguatan pengawasan pangan dan kesehatan hewan merupakan bagian dari kerja nyata pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Selain memastikan keamanan hewan kurban, pemerintah juga terus memperkuat berbagai program prioritas nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pemerintah bergerak cepat memastikan seluruh kebutuhan hewan kurban nasional tercukupi sekaligus menjaga stabilitas pasokan di berbagai daerah.
“Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, pemerintah harus memastikan masyarakat dapat menjalankan Idul Adha dengan tenang melalui ketersediaan hewan kurban yang cukup, sehat, aman, dan terjangkau,” ujar Agung.
Kementerian Pertanian mencatat potensi ketersediaan hewan kurban nasional tahun 2026 mencapai 3,24 juta ekor, sedangkan kebutuhan diperkirakan sekitar 2,35 juta ekor. Dengan demikian terdapat surplus sekitar 891 ribu ekor sehingga stok hewan kurban nasional dipastikan aman dan cukup.
Rinciannya meliputi sapi surplus 67.816 ekor, kerbau surplus 21.038 ekor, kambing surplus 332.861 ekor, dan domba surplus 469.604 ekor. Pemerintah juga terus melakukan rekayasa distribusi ternak dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan agar pasokan merata dan harga tetap stabil. (WK)

