JAKARTA, Jumat 6 Maret 2026. Dua organisasi besar di sektor kesehatan hewan, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dan Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), menggelar pertemuan strategis di Sekretariat ASOHI Jagakarsa. Rapat ini membahas persiapan matang untuk menyelenggarakan konferensi internasional berskala besar pada pameran ILDEX, September 2026 mendatang.
Konferensi bertajuk “Newcastle Disease Centennial International Conference” tersebut dirancang sebagai momentum bersejarah untuk memperingati 100 tahun penemuan penyakit Newcastle Disease (ND) di dunia.
Penyakit Newcastle (ND) hingga kini tetap menjadi salah satu ancaman virus yang paling berdampak signifikan terhadap industri perunggasan global. Seabad sejak pertama kali ditemukan, upaya mitigasi dan pengembangan sains terus dilakukan untuk menekan kerugian ekonomi bagi para peternak.
Pertemuan ini menegaskan bahwa konferensi internasional nanti akan menjadi wadah bagi para pembuat kebijakan, dokter hewan, peneliti, hingga pemangku kepentingan industri untuk merefleksikan kemajuan ilmiah yang telah dicapai selama 100 tahun terakhir.
Fokus utama dari konferensi di ILDEX 2026 ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata dalam membangun dialog kebijakan berbasis sains. Beberapa poin krusial yang menjadi landasan kegiatan ini antara lain: Menyatukan perspektif internasional dalam menangani penyebaran virus. Mengevaluasi efektivitas upaya pencegahan yang telah dilakukan selama ini. Mendukung terciptanya ketahanan pangan yang lebih tangguh dan adil bagi masa depan perunggasan global.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan inti dari kedua asosiasi. Dari pihak ASOHI, hadir Ketua Umum Drh Akhmad Harris Priyadi bersama Drh. Ika Vina Rosevita (Wakil Sub Bidang Registrasi), Drh. Shinta Rizanti Binol (Wakil Ketua Bidang Antar Lembaga Bidang AMR), serta Ir. Bambang Suharno Sekretaris BPA (Badan Pengawas ASOHI).
Sementara itu, delegasi ADHPI dipimpin langsung oleh sang Ketua Umum, Drh. Dalmi Triyono, didampingi oleh Drh. Erry Setyawan (Sekjen ADHPI) dan Drh. Baso Darmawan (Ketua II ADHPI).
Sinergi antara penyedia obat hewan dan pakar kesehatan unggas ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses dalam memfasilitasi solusi global terhadap penyakit ND di kancah internasional tahun depan. (WK)

