RAKORNAS ASOHI, PERAN PENTING DALAM MENGGERAKKAN ASOHI DAERAH

SURABAYA, Selasa 1 Juli 2025. Masih dari penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ASOHI yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya. Rakornas menghasilkan sejumlah catatan penting untuk penguatan organisasi, diantaranya sebagai mana disampaikan Sekjend ASOHI Drh Forlin Tinora memaparkan Peran Penting Pengurus Dalam Menggerakkan ASOHI Daerah khususnya agar sejalan dengan tema Rakornas yang diangkat kali ini yaitu “Pengurus yang Kuat Membawa ASOHI yang Tangguh”.

 

Forlin menggarisbawahi bahwa peran ASOHI Daerah sangat penting dalam bergeraknya organisasi. Bagaimana mendinamisir ASOHI Daerah sebagai kunci keberhasilan dari ASOHI secara keseluruhan. Bagaimana sumber dana dari ASOHI Daerah dapat di “stabilkan/di amankan” agar dapat beraktifitas dengan sumber daya yang ada di ASOHI Daerah.

 

Untuk itu Forlin menegaskan tentang pentingnya memperkokoh pengurus ASOHI Pusat dan Daerah yang dapat bekerja secara profesional, berdedikasi tinggi, loyal dan menjadi panutan yang positif di Industri Obat hewan dan pihak terkait lainnya. Selain itu merealisasikan pemberdayaan ASOHI Daerah dan aktifitas ASOHI Daerah harus sesuai dengan dasar di AD/ART. Ditambah dengan mewujudkan visi misi ASOHI yang harus bisa direalisasikan di seluruh cabang/daerah. Peran ASOHI memberikan PELAYANAN kepada anggota diantaranya dengan meningkatkan mutu pelayanan. Peran ASOHI sebagai mitra Pemerintah sebagai regulator dengan harus bisa berperan aktif dalam memberi masukan kepada Pemerintah.

 

Forlin menjabarkan beberapa peran penting untuk mewujudkan hal di atas adalah Pengurus ASOHI Daerah memahami tugas dan tanggung jawabnya. Harus ada semangat pengurus ASOHI Daerah. Ada kreatifitas pengurus untuk menggerakkan kegiatan ASOHI Daerah. Ada komunikasi intens dengan Pengurus Pusat. Dan best practice sharing antar ketua ASOHI Daerah.

 

“Hal-hal yang bisa dilakukan diantaranya dengan mengadakan Rapat Rutin Pengurus minimal satu bulan sekali. Mengadakan PROTAS (Program Temu Anggota) minimal satu tahun sekali. Dan terakhir mencari solusi bagi permasalahan anggota di daerah (melalui rapat ad hock),” jelas Forlin.

 

Ia melanjutkan hal lain yang bisa dilakukan ASOHI Daerah dapat “MENGADOPSI” beberapa kegiatan ASOHI Pusat agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi anggota. Selain itu ASOHI Daerah harus menjadi penyambung informasi kepada anggota, contoh melalui “INFO ASOHI” agar dapat di share atau disebarkan kesemua anggota sehingga ada pemerataan informasi kepada anggota.

 

ASOHI Daerah juga dapat bekerjasama dengan “Stake Holder” terkait (GPMT, Pinsar, GPPU, PDHI, Gopan, dll). ASOHI Daerah Berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Daerah, sehingga selalu dilibatkan dalam memberi masukan program kerja bagi pemerintah daerah. Meningkatkan peran dan kegiatan ASOHI Daerah dalam kegiatan dengan Pemerintah Daerah (terkait obat illegal, dll). Melakukan pertemuan rutin dengan anggota, pertemuan pimpinan perusahaan, sosialisasi regulasi, dll. Melakukan kegiatan seminar, pelatihan, FGD, dll.

 

Untuk dapat melaksanakan semua itu, Forlin menandaskan hal penting yang harus dimiliki pengurus ASOHI Daerah. Diantaranya adalah memiliki data dan mengenal anggota; Profil Ketua yang bisa menjadi pemimpin dan memonitor program kerja; Profil Sekretaris yang memiliki komitmen merupakan kunci berjalannya kegiatan; Profil Bendahara yang memiliki waktu dan komitmen untuk memonitor masuknya iuran anggota dan memiliki sistem penagihan yang efektif; serta Dewan Penasehat yang memberi semangat.

 

Rakornas kali ini bukan hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara ASOHI Pusat dan Daerah, menuju organisasi yang lebih solid dan berdaya saing tinggi dalam mendukung kemajuan industri obat hewan nasional. (WK)

Scroll to Top