SEMINAR KOLABORASI PDHI-ASOHI-BRIN-IAI-ADHPHKI BIJAK DALAM PEMBERIAN ANTIMIKROBIAL

TANGERANG, Selasa, 16 Juni 2026. Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) menggelar seminar bertajuk “Bijak dalam Pemberian Antimikroba: Resistensi pada Hewan Kesayangan dan Perlunya Apotik Veteriner” di Ruang Nakula, NICE, PIK 2 dalam perhelatan Pameran Indo Livestock dan Indo Vet 2026. Seminar ini ditujukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai resistensi antimikroba (AMR) pada hewan kesayangan sekaligus memperkuat peran apotek veteriner di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Drh. Susan Maphilindawati Noor, MVsc., Anggota Dewan Pakar ASOHI drh. Ni Made Ria Isriyanthi PhD., Sekjend PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Apt. Lilik Yusuf Indrajaya SE. SSi. MBA., Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Kemenkes RI Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt. MARS., Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH drh. Hendra Wibawa MSi. PhD., serta Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI) drh. Siti Komariah. Materi yang dibahas meliputi perkembangan resistensi antimikroba pada hewan kesayangan, hasil riset terkini, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong penggunaan antimikroba secara bijak.

Selain membahas isu AMR, seminar juga menyoroti urgensi keberadaan apotek veteriner sebagai sarana penyedia obat, vaksin, vitamin, dan perlengkapan kesehatan hewan yang aman, legal, dan sesuai standar. Keberadaan apotek veteriner dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan hewan serta kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan.

Melalui kegiatan ini, PB PDHI berharap dokter hewan, paramedis veteriner, apoteker, pemilik hewan kesayangan, dan para pemangku kepentingan lainnya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan resistensi antimikroba serta penerapan praktik pengobatan yang bertanggung jawab. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan kebijakan dan pelayanan kesehatan hewan yang lebih berkualitas di Indonesia. (WK)

Scroll to Top