ASOHI HADIRI PUBLIC HEARING PEMBATASAN PENGGUNAAN ANTIMIKROBA GOLONGAN QUINOLON

JAKARTA, Selasa 11 November 2025. Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) turut berpartisipasi aktif dalam agenda Public Hearing Pembatasan Penggunaan Antimikroba Golongan Quinolon di Sektor Kesehatan Hewan. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

Acara yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) ini dipusatkan di Ruang Rapat Utama, Gedung C Lantai 1, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum ASOHI, Drh. A. Harris Priyadi, hadir secara langsung mewakili asosiasi untuk memberikan pandangan dan dukungan terhadap regulasi kesehatan hewan nasional.

Penyelenggaraan Public Hearing ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya mengenai “Finalisasi Pembatasan Penggunaan Antimikroba Golongan Quinolon di Sektor Kesehatan Hewan” yang telah dilaksanakan pada 16 Juli 2025.

Selain itu, diskusi ini juga merujuk pada regulasi yang berlaku, yakni Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 09111/KPTS/KP.350/F/09/2018 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Obat Hewan dalam Pakan untuk Tujuan Terapi.

Pemerintah memandang perlu dilakukan pembahasan lanjutan melalui forum terbuka guna menghimpun masukan, aspirasi, dan pertimbangan teknis dari para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait rencana pembatasan antimikroba golongan Quinolon ini.

Forum ini menjadi wadah pertemuan lintas sektor yang komprehensif. Selain ASOHI, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting di industri peternakan dan kesehatan hewan, antara lain Unsur Pemerintah: Kepala Balai Besar di bawah naungan Ditjen PKH dan Kepala Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan dari seluruh Indonesia. Akademisi: Perwakilan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) se-Indonesia.

Organisasi & Asosiasi: PB PDHI, ADHPI, AMI, GPMT, AFFAVETI, Pinsar Indonesia, dan PPN. Pelaku Usaha: Pimpinan produsen, importir, eksportir, dan distributor obat hewan. Lembaga Internasional: Perwakilan Fleming Fund Country Grant to Indonesia dan FAO Indonesia.

Kehadiran ASOHI dalam forum ini menegaskan komitmen asosiasi untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan industri obat hewan, sekaligus mendukung upaya pengendalian resistensi antimikroba demi keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. (WK)

Scroll to Top