ASOHI JADI NARSUM DI GELARAN US-ASEAN BUSINESS COUNCIL FORUM MULTI-STAKEHOLDER

JAKARTA, 3-4 Februari 2026 . Guna memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, US-ASEAN Business Council (USABC) resmi mengundang para pemangku kepentingan dalam forum bertajuk “Farm to Table Initiative”. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal 3-4 Februari 2026 di Jakarta.
Inisiatif ini lahir setelah mendapatkan respons positif dari para pejabat ASEAN dalam pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) di Manila pada Oktober 2025 lalu. Fokus utama forum ini adalah mempromosikan praktik terbaik, mendorong kolaborasi, serta mendukung upaya ASEAN dalam membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Forum ini dibagi menjadi tiga sesi tematik utama yang mencakup seluruh rantai pasok pangan. Sesi “At the Farm”: Membahas pertanian berbasis teknologi, praktik regeneratif, inovasi pemuliaan tanaman, serta pengelolaan ternak yang bertanggung jawab. Sesi “Supply Chain”: Menitikberatkan pada ketertelusuran digital (digital traceability), keamanan pangan, infrastruktur rantai pasok, dan penguatan perdagangan intra-ASEAN. Dan sesi “At the Table”: Berfokus pada inovasi kebijakan nutrisi, ketahanan pangan, dan akses setara terhadap pangan yang aman bagi konsumen.

Salah satu poin penting dalam agenda ini adalah keterlibatan aktif asosiasi industri. Drh Akhmad Harris Priyadi, Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), secara khusus diundang sebagai pembicara pada sesi “Private Sector Solutions in Transforming Farming at The Source”. Kehadiran Ketum ASOHI juga didampuingi oleh Wakil Ketua Bid Antar Lembaga Bidang AMR Drh Rachmat Ayu Dewi Haryati.

ASOHI diharapkan berbagi wawasan mengenai peran industri kesehatan hewan dalam mendukung kebijakan pertanian di seluruh kawasan ASEAN, termasuk dalam isu krusial seperti mitigasi resistensi antimikroba (AMR) melalui penggunaan vaksin dan manajemen peternakan yang bijak. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat tinggi dari berbagai kementerian negara anggota ASEAN, termasuk kementerian pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, serta sains dan teknologi. Selain itu, perwakilan dari Sekretariat ASEAN, lembaga pemikir (think tanks), dan organisasi internasional juga hadir.

“Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menyediakan platform dan rekomendasi nyata guna memajukan ekosistem farm to table di kawasan ini,” tulis Marc P. Mealy, Executive Vice President USABC, dalam undangan resminya.

Hari kedua forum diisi dengan sesi kerja kelompok guna merumuskan poin-poin aksi dan rencana kolaborasi yang akan dipresentasikan di hadapan seluruh peserta dan Sekretariat ASEAN sebagai penutup rangkaian acara. (WK)

Scroll to Top