SOLO, Rabu 25 Februari 2026. Dalam upaya memperkuat standarisasi dan pemahaman regulasi di industri obat hewan, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Pusat menggelar sesi pelatihan khusus bagi pengurus dan anggota ASOHI Jawa Tengah dalam kegiatan Program temu Anggota ASOHI (Protas) yang diisi dengan Diskusi dan Buka Puasa Bersama ASOHI Jawa Tengah. Kegiatan yang menghadirkan narasumber Wakil Ketua Umum Drh. Almasdi Rahman yang diselenggarakan di Megaland Hotel Solo ini memfokuskan pada peningkatan kapasitas teknis serta pembaruan kebijakan terkini di sektor kesehatan hewan.
Pelatihan ini dihadiri oleh para penanggung jawab teknis obat hewan (PJTOH) dan pimpinan perusahaan obat hewan di wilayah Jawa Tengah untuk menyelaraskan langkah operasional di lapangan.
Materi yang disampaikan oleh tim ASOHI Pusat mencakup beberapa aspek krusial bagi keberlangsungan bisnis dan keamanan produk, di antaranya: Sosialisasi aturan terbaru mengenai pendaftaran, peredaran, dan pengawasan obat hewan di tingkat nasional. Penekanan kembali pada pentingnya penerapan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) dan Cara Distribusi Obat Hewan yang Baik (CDOHB). Strategi menjaga kualitas produk mulai dari gudang penyimpanan hingga sampai ke tangan peternak. Hingga pada Pengenalan sistem pelaporan daring untuk memudahkan koordinasi antara pelaku usaha dan instansi terkait.
Wakil Ketua Umum Drh. Almasdi Rahman dalam paparannya menekankan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu sentra peternakan terbesar di Indonesia, sehingga peran distributor dan produsen obat hewan di wilayah ini sangat vital bagi ketahanan pangan nasional.
“Pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan investasi untuk memastikan seluruh produk obat hewan yang beredar memenuhi standar keamanan dan efikasi yang ditetapkan,” tegasnya.
Selain materi di atas, ASOHI Pusat juga membekali anggota ASOHI Jawa Tengah dengan Strategi Penjualan Profesional di Era Modern yang disampaikan oleh Ketua Dewan Kode Etik ASOHI Ir. Teddy Candinegara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota ASOHI Jawa Tengah dapat lebih adaptif terhadap perubahan iklim usaha dan regulasi, sekaligus mampu meminimalisir risiko teknis dalam distribusi produk di lapangan. (WK)

