RAPAT BPA DORONG SINERGI DAN PENGUATAN ORGANISASI

JAKARTA, Kamis 30 Juli 2026. Badan Pengawas Asosiasi Obat Hewan Indonesia/ASOHI (BPA) menggelar rapat keempat periode 2025-2029. Dipimpin langsung oleh Ketua BPA, Drh Gowinda Sibit, rapat membahas evaluasi kinerja pengurus, rekomendasi strategis internal dan kebijakan, serta langkah antisipasi dalam menghadapi tantangan ekonomi makro dan industri perunggasan nasional di semester II 2026.

Dalam pembukaannya, BPA memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pengurus Pusat ASOHI 2025-2029 atas totalitas dalam menjalankan amanat Munas IX. Pengurus dinilai berhasil memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, ASOHI juga aktif dalam berbagai forum seperti Indo Livestock 2026, CPHI South East Asia, GAVIS 2026, dan International Healthcare Week (IHW) 2026. Selain juga melaksanakan berbagai audiensi strategis bersama Bappenas, Kementerian Pertanian (Ditjen PKH), Sekretariat Kabinet, serta menggelar Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) dan Rakornas di tingkat daerah.

Untuk menjaga keberlanjutan organisasi, BPA menyoroti pentingnya proses kaderisasi yang lebih intensif. BPA merekomendasikan pendampingan serta pelatihan khusus bagi pengurus muda yang aktif.

Beberapa poin rekomendasi internal strategis lainnya mencakup penguatan tata kelola dan budgeting, di antaranya penyempurnaan job description pengurus, pembentukan SOP proposal pendanaan kegiatan daerah, serta penyusunan target kerja dan anggaran hingga akhir tahun.

Kemudian rekomendasi konsolidasi keanggotaan dan daerah di antaranya pengkinian data anggota, optimalisasi Program Temu Anggota (Protas) di daerah sebagai sarana penyerapan aspirasi, serta persiapan langkah pembentukan ASOHI DKI-Banten. Serta beberapa agenda mendatang seperti pelaksanaan Seminar Outlook Bisnis Peternakan yang direncanakan pada Oktober 2026 maupun CEO Forum pada November/Desember 2026.

Sementara di bidang regulasi, BPA mendorong pengurus untuk terus memberikan kontribusi pemikiran dan respon aktif terkait berbagai isu vital, di antaranya harmonisasi regulasi distribusi obat hewan, kemudian terkait penggunaan obat manusia untuk hewan, hingga kajian isu impor dan vaksin.

Dalam Rapat BPA keempat juga menggarisbawahi tantangan ekonomi yang cukup menantang, seperti tekanan nilai tukar rupiah menjadi perhatian serius bagi industri obat hewan yang masih bergantung pada bahan baku impor, penyesuaian kebijakan program MBG, hingga lonjakan kuota impor Grand Parent Stock (GPS).

Menutup rekomendasi rapat, Drh Gowinda Sibit menegaskan bahwa kinerja yang sudah bagus terus dipertahankan dan ditingkatkan, kemudian lakukan kaderisasi dengan pendampingan dan pelatihan pengurus muda, eksistensi ASOHI dalam berbagai rapat eksternal, hingga kontribusi pemikiran terhadap masalah perunggasan bekerja sama dengan asosiasi.

Menanggapi itu, Ketua Umum ASOHI, Drh Akhmad Harris Priyadi, turut menjabarkan bahwa ASOHI dikepemimpinannya yang pertama ini telah banyak melaksanakan berbagai agenda dan kerja sama dengan pemerintah maupun asosiasi bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Ke depannya pihaknya pun akan terus melakukan pemberdayaan pengurus dan anggota ASOHI Nasional, berkolaborasi dengan organisasi mitra, menggelar edukasi bagi pelaku industri dan masyarakat, sinergi dengan otoritas dan industri terkait, penyiapan data industri, hingga lebih proaktif dengan health for animal. (RBS)

Scroll to Top