JAKARTA, Selasa 27 Januari 2026. Bertempat di Kantor Sekretariat ASOHI Jagakarsa, Pengurus ASOHI Pusat menggelar rapat Pembahasan Program Kerja Bidang Hubungan Antar Lembaga yang dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Antar Lembaga Drh Sri Murwati. Rapat juga dihadiri oleh Wakil Ketua Bid Antar Lembaga Bidang Non Pemerintahan Candra Trinugraha, S.Pt., Wakil Ketua Bid Antar Lembaga Bidang AMR Drh Shinta Rizanti Binol, dan Wakil Ketua Bid Antar Lembaga Bidang Pemerintahan Drh Evi Novianti.
Beberapa poin penting dari rapat ini diantaranya dalam upaya memajukan industri peternakan dan kesehatan hewan nasional, Bidang Antar Lembaga telah menyusun rangkaian program kerja strategis untuk tahun 2026. Fokus utama program ini adalah memposisikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus jembatan komunikasi antara regulator, industri, dan masyarakat.
Salah satu agenda prioritas adalah pengembangan Apotek Veteriner melalui forum dialog multi-stakeholder yang bisa dilakukan dengan format Roundtable discussion, Focus Group Discussion (FGD), atau Hybrid Meeting (offline–online). Langkah konkret yang akan diambil meliputi: Kunjungan studi ke Apotik Veteriner DKI Jakarta untuk mendalami persyaratan pendirian. Koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Audiensi dengan lembaga pemerintah seperti KKP, BPOM, dan BRIN guna sinkronisasi regulasi dan kebijakan.
ASOHI juga memperkuat kemitraan dengan organisasi non-pemerintah (NGO) serta asosiasi profesi dalam isu ketahanan pangan dan kesejahteraan hewan. Beberapa agenda yang telah dijadwalkan antara lain: Kesehatan Unggas: Pelatihan peresepan populatif bersama ADHPI pada April 2026 dan partisipasi dalam konferensi internasional ILDEX September 2026. Kampanye Publik: Kolaborasi dengan PINSAR untuk peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) pada Oktober 2026. Pengendalian AMR: Penguatan isu Antimicrobial Resistance (AMR) melalui kampanye “Penggunaan Obat Hewan yang Bijak” serta seminar One Health bersama FAO dan BRIN.
Seluruh program ini bermuara pada dukungan terhadap isu prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan ketahanan pangan dan protein hewani, serta penerapan biosecurity pada penyakit hewan strategis.
Dengan pemetaan mitra yang komprehensif, ASOHI optimis dapat menciptakan ekosistem industri obat hewan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global. (WK)

